Meta Pangkas Harga Kacamata Pintar, Ambisi Gantikan Smartphone Makin Terbuka

Author: Cung Media

Meta kembali menekan pasar kacamata pintar dengan perangkat baru seharga USD 299. Banderol ini setidaknya USD 80 lebih murah dibanding Meta Ray-Ban generasi kedua versi entry level.

Langkah tersebut memperjelas arah Meta yang kini makin berani menempatkan kacamata pintar sebagai perangkat masa depan. Di tengah ledakan AI, perusahaan melihat bentuk perangkat ini sebagai cara paling alami untuk menghadirkan asisten digital sepanjang hari.

Harga lebih rendah, target adopsi lebih cepat

Kacamata baru ini dibuat bersama EssilorLuxottica, induk Ray-Ban, tetapi tidak lagi memakai merek Ray-Ban maupun Oakley. Strategi harga yang lebih rendah menunjukkan Meta ingin mempercepat adopsi di pasar yang masih kecil, sambil menghadapi persaingan yang mulai memanas di segmen augmented reality dan perangkat berbasis AI.

Meski pasarnya belum besar, posisi Meta dinilai sangat kuat. Bersama EssilorLuxottica, perusahaan disebut menguasai lebih dari 80% pangsa pasar dan telah menjual jutaan unit sejak peluncuran perdananya pada 2021.

Fokus pada fungsi, bukan layar

Meta Glasses tidak dibekali layar, tetapi tetap membawa kamera dan speaker terintegrasi untuk mendukung interaksi AI sehari-hari. Pengguna bisa berbicara dengan AI Meta untuk menerjemahkan atau memahami apa yang sedang dilihat di sekitar.

Perangkat ini juga dapat dipakai mengambil foto dan merekam video langsung dari sudut pandang pemakai. Arah ini menunjukkan Meta memilih produk yang lebih ringan, sederhana, dan murah untuk memperluas penggunaan lebih dulu.

Para eksekutif Meta menyebut kacamata pintar ringan ini sebagai batu loncatan menuju perangkat yang lebih mutakhir. Target jangka panjangnya adalah kacamata berlensa layar dengan kemampuan komputasi yang lebih penuh.

Sebagai pembanding, Meta tahun lalu sempat mengumumkan Ray-Ban Display seharga USD 799 yang sudah memiliki layar internal. Harga Meta Glasses yang jauh lebih rendah memberi sinyal bahwa perusahaan juga ingin menekan hambatan masuk bagi konsumen umum.

Ambisi Zuckerberg menggantikan smartphone

Mark Zuckerberg telah beberapa kali menyampaikan keyakinannya bahwa kacamata pintar suatu saat akan mengambil alih peran smartphone. Menurutnya, kacamata dan AI saling terkait erat dan menjadi bagian penting dari masa depan komputasi.

Zuckerberg menilai kacamata adalah bentuk perangkat ideal untuk AI maupun Metaverse. Dengan perangkat seperti ini, AI bisa melihat apa yang dilihat pengguna, mendengar apa yang didengar pengguna, lalu merespons secara langsung sepanjang hari.

Ia juga melihat kacamata dapat memadukan dunia fisik dan digital melalui hologram. Dalam pandangannya, lebih dari satu miliar orang di dunia memakai kacamata, dan banyak di antaranya berpeluang beralih ke kacamata AI dalam 5 hingga 10 tahun mendatang.

Meta melihat peluang lebih besar dari VR

Fokus ini juga menandai pergeseran arah Meta di perangkat keras. Jika sebelumnya perusahaan sangat lekat dengan dorongan ke virtual reality, kini keberhasilan justru terlihat lebih nyata di kacamata pintar.

Pasar VR masih cenderung tersegmentasi dan lebih dekat dengan kalangan gamer. Sementara itu, kacamata pintar dinilai punya jalur adopsi yang lebih luas karena bentuknya familiar dan fungsi AI-nya bisa dipakai dalam aktivitas harian.

Arah itu sejalan dengan ambisi Zuckerberg untuk menguasai platform hardware di era AI. Dengan perangkat yang selalu dipakai di wajah, Meta ingin menempatkan AI lebih dekat ke pengguna dibanding perangkat lain yang harus dipegang atau dibuka terlebih dahulu.

Persaingan makin panas

Meta tidak bergerak sendirian di pasar ini. Bulan lalu, Google menyatakan sedang mengembangkan kacamata pintar baru bersama Warby Parker yang akan ditenagai AI Gemini.

Pekan lalu, Snap juga mengumumkan Specs seharga USD 2.195. CEO Snap Evan Spiegel bahkan memosisikan perangkat itu sebagai penerus smartphone, membuat narasi pengganti ponsel kini makin ramai diperebutkan para pemain teknologi besar.

Di tengah kompetisi tersebut, Meta memilih jalur harga yang lebih terjangkau untuk memperluas basis pengguna. Jika strategi ini berhasil, kacamata pintar murah bisa menjadi pijakan penting bagi Meta untuk memperkenalkan komputasi berbasis AI ke pasar yang jauh lebih luas.

Source: inet.detik.com
Terbaru