Motorola Bawa 10 HP Baru 2026, Baterai 7.000 mAh Jadi Senjata Utama

Author: Cung Media

Motorola kembali tampil agresif dengan membawa 10 HP baru yang langsung menonjol karena satu hal yang sulit diabaikan: baterai besar. Dari kelas murah sampai flagship, sebagian modelnya bahkan sudah dibekali kapasitas 7.000 mAh.

Langkah ini membuat Motorola tampak ingin menantang ponsel lain yang masih bermain di baterai standar. Di tengah persaingan yang makin ketat, strategi mereka jelas mengarah ke pengguna yang butuh daya tahan panjang tanpa harus selalu mencari colokan.

Model murah yang paling mencuri perhatian

Salah satu model yang paling menonjol adalah Motorola G06 Power. Ponsel ini membawa layar IPS LCD 6,8 inci HD Plus dengan refresh rate 120 Hz, chip Helio G81 Extreme, RAM 4 GB, dan storage hingga 256 GB yang masih mendukung microSD.

Daya tarik utamanya ada pada baterai 7.000 mAh dengan fast charging 18 watt. Kombinasi itu membuatnya terlihat sangat menarik di kelas harga yang terjangkau, meski kecepatan pengisian dayanya masih tergolong lambat untuk kapasitas sebesar itu.

Motorola juga menyiapkan G57 Power dan G67 Power untuk pengguna yang mengutamakan stamina baterai. G57 Power memakai Snapdragon 6s Gen 4, baterai 7.000 mAh, serta fast charging 33 watt, sedangkan G67 Power mengusung Snapdragon 7 Gen 2 dan baterai 7.000 mAh dengan pengisian 30 watt.

Seri Edge ikut membawa baterai jumbo

Di kelas yang lebih tinggi, Motorola Edge 70 Fusion tampil unik karena bodinya sangat tipis, hanya 7,2 mm, tetapi tetap memuat baterai 7.000 mAh. Ponsel ini juga dibekali layar AMOLED 6,78 inci 144 Hz, Snapdragon 7s Gen 4, RAM LPDDR5X hingga 12 GB, dan turbo charging 68 watt.

Motorola Edge 60 Pro menyasar pengguna yang butuh paket lebih lengkap. Perangkat ini membawa layar P-OLED 6,7 inci 1,5K 120 Hz, Dimensity 8350 Extreme, baterai 6.000 mAh, fast charging 90 watt, serta dukungan wireless dan reverse charging.

Motorola G86 Power hadir sebagai opsi all-rounder dengan layar OLED 6,67 inci 120 Hz, Dimensity 7300, RAM hingga 12 GB, dan baterai 6.720 mAh. Kecepatan isi ulangnya 30 watt, sehingga fokus utamanya tetap pada efisiensi dan daya tahan.

Kamera juga ikut jadi pembeda

Motorola GMAX 5G mengandalkan kamera utama 200 MP dengan OIS, dipadukan layar AMOLED 6,8 inci 1,5K 120 Hz dan Dimensity 6400 5G. Baterainya 5.200 mAh dengan Turbo Power 33 watt, sehingga model ini lebih menonjol di sektor kamera daripada ketahanan ekstrem.

Edge 70 Pro berada di sisi yang lebih serius untuk performa dan fotografi. Ponsel ini memakai layar AMOLED 1,5K 144 Hz, Dimensity 8500 Extreme, kamera utama 50 MP OIS, ultra wide 50 MP, kamera depan 50 MP, serta baterai 6.500 mAh dengan fast charging 90 watt.

Di lini menengah, G67 Power membawa kamera utama 50 MP Sony LYT-600 dan lensa ultra wide 8 MP. G57 Power juga memakai kombinasi kamera yang sama, tetapi kamera depannya hanya 8 MP.

Ada model lipat dan flagship paling tinggi

Motorola Razr 60 tetap mempertahankan karakter ponsel lipat dengan layar utama 6,9 inci P-OLED 120 Hz dan layar eksternal 3,6 inci. Di dalamnya ada Dimensity 7400X, kamera utama 50 MP OIS, serta baterai 4.500 mAh dengan Turbo Power 30 watt dan wireless charging 15 watt.

Di puncak jajaran, Motorola Signature disiapkan sebagai flagship tertinggi. Perangkat ini membawa layar AMOLED 6,8 inci 165 Hz, Snapdragon 8 Gen 5, RAM hingga 16 GB, storage sampai 1 TB, dan tiga kamera belakang 50 MP yang seluruh sensornya memakai Sony.

Dengan komposisi seperti ini, Motorola menumpuk pilihan dari kelas hemat sampai flagship premium dalam satu gelombang besar. Paling mencolok tetap ada pada pendekatannya ke baterai besar, terutama model-model 7.000 mAh yang dipadukan dengan harga dan spesifikasi yang masih terasa menggoda.

Terbaru