Lima WNI Ditahan Israel di Global Sumud Flotilla, Ini Nama-Nama Mereka

Militer Israel mencegat armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur, saat kapal-kapal itu sedang menuju Jalur Gaza. Insiden ini langsung memicu kecaman dari pemerintah Indonesia, sementara lima warga negara Indonesia dilaporkan ikut ditahan dalam operasi tersebut.

Kementerian Luar Negeri RI menyebut sedikitnya 10 kapal telah dikonfirmasi ditahan. Juru Bicara I Kemlu RI Yvonne Mewengkang menegaskan bahwa kementerian mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat sejumlah kapal dalam rombongan misi kemanusiaan internasional itu.

Lima nama WNI yang dilaporkan ditahan

Informasi dari Steering Committee Indonesia di Command Center Istanbul menyebut ada lima WNI yang ikut dalam rombongan yang ditahan bersama ratusan relawan internasional. Para relawan tersebut sedang menjalankan misi kemanusiaan untuk membawa bantuan bagi warga Palestina di Gaza.

Kelima WNI yang dilaporkan ditahan ialah Andi Angga Prasadewa, Thoudy Badai Rifanbillah, Bambang Noroyono alias Abeng, Rahendro Herubowo, dan Andre Prasetyo Nugroho. Mereka berasal dari latar belakang relawan dan jurnalis yang ikut dalam pelayaran kemanusiaan itu.

Masih ada empat WNI yang melanjutkan pelayaran

Di tengah insiden pencegatan, masih ada empat WNI lain yang belum terkena intersepsi. Mereka adalah Hendro Prasetyo dari SMART 171, As’ad Aras dari SOA, Herman Budianto dari Dompet Dhuafa, dan Ronggo Wirasanu dari Dompet Dhuafa.

Keberadaan mereka menunjukkan bahwa tidak semua kapal dalam rombongan langsung dihentikan. Namun, pemantauan terhadap rombongan lain masih terus berlangsung dari berbagai titik koordinasi.

Kondisi para relawan dan jurnalis Indonesia

Rumah Zakat mengonfirmasi bahwa Andi Angga Prasadewa berada di atas Kapal Josef saat pasukan Israel melakukan intersepsi. Dalam pernyataannya, Rumah Zakat meminta doa dan menyebut terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memantau kondisi relawannya.

Dua jurnalis Republika, Thoudy Badai Rifanbillah dan Bambang Noroyono, juga masuk dalam daftar WNI yang ditahan. Informasi soal Thoudy lebih dulu muncul dari Command Center Global Sumud Nusantara di Malaysia, lalu diperkuat oleh video pernyataan yang menandakan dirinya telah berada dalam penguasaan militer Israel.

Bambang Noroyono berada di kapal Boralize ketika insiden terjadi. Sebelumnya, ia sempat melaporkan adanya kapal perang Israel yang berada tidak jauh dari kapal yang ia tumpangi, dengan jarak sekitar seratusan meter.

Jurnalis dan relawan lain juga terdampak

Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo turut dilaporkan ditahan saat berada di kapal Ozgurluk bersama dua jurnalis lain. Informasi itu disampaikan melalui unggahan akun resmi Tempo setelah kapal yang ditumpangi Andre terkonfirmasi mengalami pencegatan.

Rahendro Herubowo atau Heru juga masuk dalam rombongan yang mengalami intersepsi. Sebelumnya, ia sempat menyampaikan bahwa kapal-kapal Global Sumud Flotilla akan beristirahat sejenak di Turki sebelum melanjutkan perjalanan menuju Gaza.

Keterlibatan relawan kemanusiaan dan jurnalis Indonesia membuat insiden ini menyita perhatian luas. Hingga kini, pemerintah Indonesia dan pihak-pihak terkait masih memantau perkembangan kondisi para WNI yang ditahan maupun yang masih berada di jalur pelayaran menuju Gaza.

Source: www.beritasatu.com

Baca Juga

Back to top button