Lebih Dari 30 Negara Turun Tangan, Venezuela Hadapi Ujian Solidaritas Dunia

Operasi penyelamatan di Venezuela berkembang menjadi misi besar yang melibatkan lebih dari 30 negara. Di tengah gempa besar yang mengguncang sejumlah wilayah, bantuan internasional terus masuk untuk pencarian korban, evakuasi, dan dukungan kemanusiaan bagi warga terdampak.

Skala keterlibatan itu menunjukkan bahwa dampak bencana tidak hanya dirasakan di dalam negeri, tetapi juga memicu respons cepat dari banyak pemerintah. Tim penyelamat dari berbagai negara kini bekerja berdampingan dengan otoritas Venezuela untuk menangani kebutuhan yang masih sangat tinggi di lapangan.

Bantuan dari banyak negara terus memperkuat operasi

Pemerintah Venezuela menyebut misi internasional ini terus diperkuat seiring kebutuhan darurat yang belum mereda. Delcy Rodriguez mengatakan, “Regu lain dari Vietnam tiba hari ini, begitu pula tim penyelamat dari Kuba. Kami terus memperkuat kerja sama,” dalam penjelasan mengenai perkembangan penanganan.

Kehadiran tim asing tidak terbatas pada pencarian korban di reruntuhan. Sejumlah negara juga mengirim personel dengan kemampuan berbeda, mulai dari pencarian dan penyelamatan, tenaga medis, hingga dukungan perlindungan sipil.

Di sisi lain, bantuan itu juga diarahkan untuk membantu warga yang kehilangan tempat tinggal. Operasi lintas negara ini memperlihatkan besarnya skala bencana dan kebutuhan pemulihan yang harus dihadapi Venezuela.

NegaraBentuk BantuanDetail
VietnamTim penyelamatRegu tambahan tiba untuk memperkuat operasi
KubaTim penyelamatMenambah kekuatan di lapangan
ItaliaPersonel gabunganLebih dari 100 personel, termasuk perlindungan sipil, pemadam kebakaran, tenaga medis, dan ahli SAR

Italia kirim lebih dari 100 personel

Italia menjadi salah satu negara yang menambah kekuatan secara signifikan dengan mengirim lebih dari 100 personel. Mereka terdiri dari anggota badan perlindungan sipil, petugas pemadam kebakaran, tenaga medis, dan ahli pencarian serta penyelamatan.

Kementerian Luar Negeri Italia juga menyatakan 11 warga negaranya meninggal dunia akibat gempa di Venezuela. Selain itu, 40 orang lainnya masih terus dipantau, sementara dua penerbangan pesawat angkut militer telah membawa bantuan kemanusiaan dan peralatan ke wilayah terdampak.

Fokus juga bergeser ke warga yang kehilangan rumah

Selain penanganan darurat, pemerintah Venezuela mulai menilai kondisi bangunan yang rusak di berbagai lokasi. Data keluarga yang kehilangan tempat tinggal juga dikumpulkan agar mereka bisa ditampung di kamp sementara.

Kementerian Perumahan turut menyusun program pembangunan rumah baru bagi para penyintas. Rodriguez menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan ribuan keluarga terdampak dapat memperoleh tempat tinggal baru pada akhir 2026.

Korban terus bertambah, pemulihan masih panjang

Gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang mengguncang Venezuela pekan lalu meninggalkan dampak besar pada warga dan infrastruktur. Jumlah korban tewas telah mencapai 1.719 orang, sementara lebih dari 5.000 orang mengalami luka-luka.

Dengan bantuan yang terus masuk dari berbagai negara, operasi di Venezuela masih berfokus pada pencarian korban, penanganan pengungsi, dan pemulihan awal di wilayah yang paling parah terdampak. Keterlibatan lebih dari 30 negara menjadi salah satu respons kemanusiaan terbesar yang kini menopang upaya penyelamatan di lapangan.

Source: mediaindonesia.com

Terkait