Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banceuy Bandung menggagalkan upaya penyelundupan sabu seberat 10,64 gram yang disamarkan dengan cara tidak biasa. Barang terlarang itu ditemukan dalam dubur seorang pria berinisial S yang memakai bungkus kondom untuk menyembunyikannya.
Pengungkapan ini terjadi saat petugas mendeteksi 13 paket sabu yang masuk lewat jalur kunjungan kepada warga binaan bernama Denis Setiawan. Temuan itu lalu mengarah pada dua orang pengunjung yang datang menemui Denis.
Penggeledahan yang Mengungkap Modus Baru
Kepala Lapas Kelas IIA Banceuy Bandung, Eris Ramdani, mengatakan Denis menerima kunjungan dari dua orang, yaitu adik kandungnya dan seorang teman dari adiknya. Dari pemeriksaan petugas, keduanya kemudian dikaitkan dengan S dan AS yang diduga terlibat dalam upaya membawa sabu ke dalam lapas.
Petugas pintu utama langsung mengamankan keduanya setelah mencurigai gerak-gerik mereka. Pemeriksaan lanjutan memperkuat dugaan adanya penyelundupan narkoba yang disamarkan saat kunjungan berlangsung.
Diduga Ada Imbalan untuk Membawa Sabu
Dari pemeriksaan sementara, kedua pelaku disebut dijanjikan Rp1 juta untuk membawa sabu ke Lapas Banceuy. Informasi itu kini menjadi bagian dari pengembangan kasus yang masih ditangani petugas.
Eris mengatakan pihak lapas telah berkoordinasi dengan Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung. Langkah ini ditempuh untuk menelusuri jaringan yang mungkin terlibat dan kemungkinan adanya pihak lain dalam pengiriman barang terlarang itu.
Sanksi Menanti Bila Warga Binaan Terlibat
Pihak Lapas Banceuy menegaskan akan memberi sanksi tegas jika ada warga binaan yang terbukti terlibat dalam kasus ini. Sanksi itu dapat mencakup pencabutan hak-hak warga binaan sesuai hasil pemeriksaan.
Eris juga menekankan bahwa penggeledahan dan pemeriksaan akan terus diperketat di lingkungan lapas. Ia menyebut pengawasan narkoba bukan hanya perang di luar tembok penjara, tetapi juga di dalam area pemasyarakatan.
Kasus ini menambah daftar upaya penyelundupan narkoba yang mencoba memanfaatkan jalur kunjungan sebagai celah masuk ke lembaga pemasyarakatan. Dengan temuan sabu yang disembunyikan di tubuh dan dibungkus kondom, petugas lapas kini memperkuat pengawasan untuk mencegah pola serupa terulang.
Source: www.viva.co.id






