Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Sultan Agung Semarang mendapat kesempatan melihat langsung proses lahirnya sepeda motor listrik di pabrik United E-Motor. Kunjungan ke Plant 3 di Curug, Tangerang, itu membawa pembelajaran dari ruang kuliah ke lini produksi kendaraan listrik.
Pengalaman ini memberi gambaran tentang kompetensi yang dibutuhkan industri otomotif saat teknologi EV berkembang. Mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep manufaktur, tetapi juga menyaksikan perakitan, pengendalian mutu, dan kesiapan kendaraan sebelum dipasarkan.
Menelusuri Proses di Lantai Produksi
Rombongan FTI UNISSULA mengamati beberapa tahapan penting dalam produksi sepeda motor listrik. Fokus kunjungan mencakup perakitan awal, pemeriksaan kualitas, serta fasilitas konversi kendaraan.
| Area yang Diamati | Fokus Pembelajaran |
|---|---|
| Perakitan awal | Rangkaian proses produksi kendaraan listrik |
| Quality control | Pemeriksaan kualitas dan standar produksi |
| Fasilitas konversi | Perubahan motor BBM menjadi motor listrik |
Sistem quality control menjadi bagian penting yang diperlihatkan kepada peserta. Tahap ini menunjukkan cara standar produksi diterapkan sebelum unit disalurkan ke pasar.
Mahasiswa juga meninjau fasilitas konversi yang memungkinkan sepeda motor berbahan bakar minyak diubah menjadi motor listrik. Fasilitas tersebut memperlihatkan salah satu upaya industri lokal dalam mendukung transisi energi di sektor transportasi.
Selain mengamati proses fisik di jalur produksi, peserta memperoleh penjelasan mengenai penerapan teknologi manufaktur modern. Arah pengembangan pasar domestik United E-Motor juga menjadi bagian dari materi yang dibahas selama agenda berlangsung.
Kolaborasi Kampus dan Industri Hijau
Kunjungan FTI UNISSULA didampingi Staf Khusus Wakil Presiden RI, Tina Talisa. Kehadiran akademisi, dosen, dan mahasiswa menegaskan pentingnya hubungan pendidikan tinggi dengan industri hijau di Indonesia.
Plant 3 merupakan fasilitas milik PT Terang Dunia Internusa Tbk, perusahaan di balik United E-Motor. Pabrik tersebut sebelumnya juga ditinjau Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 26 Juni 2026.
Direktur PT Terang Dunia Internusa Tbk, Henry Mulyadi, menilai keterlibatan kampus penting dalam membangun talenta otomotif masa depan. Menurutnya, keterbukaan industri dapat mempertemukan pembelajaran akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan.
“Kami menyambut hangat kedatangan FTI UNISSULA dan Ibu Tina Talisa. Sinergi seperti ini sangat krusial. Kami ingin generasi muda melihat langsung bahwa industri otomotif masa depan dijalankan di tanah air sendiri,” kata Henry Mulyadi dalam keterangan resminya.
Kebutuhan SDM untuk Ekosistem EV
Diskusi selama kunjungan berlangsung aktif melalui pertanyaan mahasiswa dan dosen mengenai masa depan teknologi EV serta peluang kariernya. Minat tersebut mencerminkan kebutuhan tenaga kerja yang memahami kendaraan listrik, proses manufaktur, dan pengendalian kualitas.
Henry berharap agenda kunjungan pabrik dapat berkembang menjadi kolaborasi riset yang lebih mendalam. Kerja sama semacam itu dinilai dapat memperkuat kapasitas mahasiswa agar lebih siap beradaptasi terhadap disrupsi teknologi.
Bagi United E-Motor, membuka akses pabrik bagi kalangan pendidikan diposisikan sebagai investasi jangka panjang. Langkah ini diarahkan untuk mendukung lahirnya sumber daya manusia yang kelak menopang ekosistem kendaraan listrik nasional.
Pembelajaran otomotif kini tidak cukup berhenti pada teori di kelas. Pengalaman melihat standar mutu, alur produksi, dan fasilitas konversi memberi mahasiswa konteks yang lebih dekat dengan dinamika industri EV di Indonesia.
Source: www.oto.com






