Serangan di Selat Hormuz Tewaskan Awak Kapal, UEA Siap Ambil Langkah Balasan

Serangan terhadap dua kapal tanker Uni Emirat Arab di Selat Hormuz menimbulkan korban jiwa dan luka serius, sekaligus memicu ketegangan baru di jalur pelayaran paling sensitif bagi perdagangan energi dunia. Satu awak kapal tewas dan delapan lainnya terluka setelah kapal Mombasa dan Al Bahiyah dihantam rudal jelajah Iran saat melintas di jalur pelayaran selatan Selat Hormuz.

Korban tewas disebut merupakan awak kapal berkebangsaan India yang berada di Mombasa. Delapan korban luka terdiri dari enam warga negara India dan dua warga negara Ukraina, sementara kedua tanker mengalami kerusakan material akibat kebakaran yang sempat berkobar di kapal.

Kondisi Kapal dan Korban

Api di kedua kapal kini telah berhasil dikendalikan, tetapi insiden itu tetap meninggalkan dampak serius pada keselamatan awak dan operasi pelayaran di kawasan tersebut. Dalam laporan yang beredar, kerusakan disebut terjadi pada Mombasa dan Al Bahiyah, dengan rincian korban tewas dan luka paling jelas tercatat pada Mombasa.

KapalKorbanKerusakan
Mombasa1 tewas, 8 luka-luka keseluruhan insidenKebakaran dan kerusakan material
Al BahiyahTidak dirinci per kapal dalam laporanKebakaran dan kerusakan material

UEA mengecam serangan itu sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional. Pemerintah UEA juga menilai insiden tersebut sebagai ancaman serius terhadap keamanan dan stabilitas regional, lalu menegaskan berhak mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi kedaulatan, keamanan, dan kepentingan nasionalnya.

Laporan UKMTO dan Titik Kejadian

Secara terpisah, Lembaga Operasi Perdagangan Maritim Inggris atau UKMTO menyampaikan bahwa mereka menerima laporan dari kapten kapal tanker yang terkena proyektil tak dikenal. Proyektil itu disebut menghantam ruang mesin di lambung kanan kapal, sekitar 40 mil laut timur laut Qalhat, Oman.

UKMTO mengatakan pihak berwenang masih menyelidiki insiden tersebut dan meminta kapal-kapal yang melintasi daerah itu tetap waspada. Mereka juga diminta melaporkan segala aktivitas mencurigakan di sekitar jalur pelayaran yang rawan itu.

Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan militer setelah Amerika Serikat melancarkan serangan tiga hari berturut-turut terhadap Iran. Washington menyatakan operasi itu ditujukan untuk melemahkan kekuatan pertahanan Teheran di Selat Hormuz.

Dengan jalur yang sangat vital bagi arus perdagangan, serangan terhadap tanker di kawasan ini berpotensi memperlebar risiko keamanan maritim. Saat penyelidikan masih berjalan, perhatian kini tertuju pada dampak lanjutan bagi pelayaran internasional di perairan sekitar Oman.

Source: www.viva.co.id
Terkait