
BMKG memprediksi cuaca Jawa Timur pada Minggu, 7 Juni 2026, didominasi udara kabur, berawan, dan cerah di sejumlah wilayah. Namun, sorotan utama jatuh ke Kota Batu yang mencatat suhu minimum 11 derajat Celsius, paling rendah di antara daerah lain di provinsi itu.
Perbedaan suhu dan kondisi langit di Jawa Timur pada hari yang sama membuat warga perlu lebih cermat menyesuaikan aktivitas. Di tengah cuaca yang tidak seragam, perlindungan dari panas matahari tetap penting, terutama bagi masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
Kota Batu jadi wilayah paling dingin
Secara umum, suhu udara di Jawa Timur diperkirakan berada pada kisaran 11 hingga 32 derajat Celsius. Kota Batu menempati posisi terendah dengan rentang 11-23 derajat Celsius, disertai kelembapan 55-98 persen.
Suhu rendah juga berkaitan dengan karakter wilayah dataran tinggi yang lebih sejuk, terutama pada pagi dan malam hari. Kondisi ini membuat aktivitas warga perlu disesuaikan agar tetap nyaman dan aman.
Langit berawan mendominasi banyak daerah
Prediksi berawan muncul di banyak kabupaten dan kota, terutama di wilayah barat, tengah, hingga pesisir utara Jawa Timur. Daerah yang termasuk di dalamnya antara lain Ponorogo, Tulungagung, Jember, Banyuwangi, Nganjuk, Madiun, Magetan, Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Pamekasan, Kota Madiun, dan Kota Surabaya.
Sejumlah wilayah lain yang juga diperkirakan berawan adalah Probolinggo, Kota Kediri, serta beberapa daerah di Madura. Kondisi ini menandakan cuaca yang relatif stabil, meski pembaruan prakiraan tetap perlu dipantau karena perubahan bisa terjadi sewaktu-waktu.
Udara kabur tersebar di selatan dan pegunungan
Kategori udara kabur diperkirakan mendominasi wilayah seperti Pacitan, Trenggalek, Blitar, Kediri, Malang, Lumajang, Bondowoso, Situbondo, Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Kota Blitar, Kota Malang, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kota Mojokerto, dan Kota Batu. Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di wilayah lain yang tercantum dalam prakiraan BMKG.
Kota Malang berada pada kisaran 16-28 derajat Celsius, sedangkan Kabupaten Malang berada di 16-30 derajat Celsius. Perbedaan ini menunjukkan bahwa kawasan yang lebih sejuk tetap perlu memperhatikan perubahan suhu pada pagi dan malam hari.
Wilayah yang tetap cerah tidak banyak
Meski tidak mendominasi, cuaca cerah masih diprediksi muncul di beberapa daerah. Sampang dan Sumenep menjadi dua wilayah yang diperkirakan cerah, dengan suhu masing-masing 22-31 derajat Celsius dan 25-32 derajat Celsius.
Suhu tertinggi di Jawa Timur pada hari itu mencapai 32 derajat Celsius dan muncul di sejumlah wilayah, termasuk Ponorogo, Kediri, Nganjuk, Bojonegoro, Lamongan, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kota Mojokerto, Kota Surabaya, serta Sumenep. Kombinasi suhu tinggi dan cuaca cerah membuat perlindungan dari panas matahari tetap dibutuhkan.
Kelembapan ikut bervariasi antarwilayah
Selain suhu, kelembapan udara juga menunjukkan sebaran yang lebar di berbagai daerah. Kota Surabaya tercatat memiliki kelembapan 50-81 persen, sementara Kota Probolinggo berada pada 44-75 persen.
Di beberapa wilayah lain, kelembapan bergerak dalam rentang 44 hingga 98 persen. Variasi ini mempertegas bahwa cuaca Jawa Timur pada 7 Juni 2026 tidak bergerak seragam, sehingga masyarakat perlu melihat prakiraan spesifik daerah masing-masing sebelum beraktivitas.
BMKG mengingatkan warga agar memakai pelindung dari sengatan matahari, menggunakan tabir surya, dan menjaga tubuh agar tidak dehidrasi. Dengan kondisi cuaca yang berbeda antarwilayah, pemantauan pembaruan prakiraan menjadi langkah penting untuk menjaga aktivitas harian tetap aman.
Source: www.detik.com




