Kolam Ikan Tanpa Cor Semen, Cuma Pakai Karung Tapi Tetap Anti Bocor

Author: Cung Media

Kolam ikan rumahan kini bisa dibuat tanpa cor semen dan tanpa biaya konstruksi besar. Salah satu cara yang menarik perhatian adalah memanfaatkan karung bekas, terpal, dan kawat anyam untuk membentuk kolam yang kuat, fungsional, dan relatif cepat dikerjakan.

Metode ini banyak dilirik karena cocok untuk lahan terbatas dan mudah dibongkar pasang saat tata letak halaman ingin diubah. Pengeluaran juga bisa ditekan sejak awal karena bahan yang dipakai dapat berasal dari material bekas yang masih layak.

Alternatif praktis untuk pemula

Bagi pemula, kolam karung dinilai lebih sederhana dibanding kolam permanen. Prosesnya tidak membutuhkan pengecoran, tetapi tetap perlu perencanaan ukuran, susunan dinding, dan pemasangan terpal yang rapi agar tidak bocor.

Secara umum, pembuatan kolam ini melalui lima tahap utama, mulai dari menyiapkan bahan hingga pengisian air sebelum benih ikan ditebar. Kekuatan kolam sangat bergantung pada kepadatan isi karung, kekokohan kerangka kawat, dan kualitas terpal yang digunakan.

Bahan yang disiapkan

Bahan utama yang dibutuhkan ialah karung bekas, seperti karung beras atau karung pakan ternak. Jumlahnya sekitar 10 hingga 20 buah, tergantung ukuran kolam yang ingin dibuat.

Selain itu, diperlukan terpal plastik biasa atau terpal kolam khusus. Terpal geomembran menjadi salah satu pilihan karena memiliki ketebalan 0,5 mm, anyaman kuat, lentur, dan diklaim awet hingga kurang lebih 5 tahun.

Isi karung bisa memakai tanah, pasir, atau sisa puing bangunan. Untuk membentuk dan menahan struktur dinding, dibutuhkan kawat anyam atau ram kawat.

Peralatan pendukungnya juga sederhana. Gunting, tali tambang atau kawat pengikat, serta sekop sudah cukup untuk membantu proses pengerjaan.

Menentukan lokasi dan ukuran

Langkah awal yang penting adalah memilih area tanah yang datar dan padat. Lokasi seperti ini membantu menjaga stabilitas kolam saat mulai diisi air.

Area juga harus dibersihkan dari batu, kerikil tajam, akar, dan benda lain yang bisa merobek terpal. Semakin rapi permukaan lahan, semakin kecil risiko kebocoran pada lapisan dasar kolam.

Ukuran kolam bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan luas lahan yang tersedia. Untuk ukuran mini, panjang galian bisa sekitar empat meter, lebar dua meter, dan kedalaman ideal sekitar satu meter.

Membentuk dinding dari karung

Setelah lokasi siap, ram kawat dibentuk menjadi lingkaran atau bentuk dinding luar sesuai rancangan kolam. Kerangka ini berfungsi sebagai penahan awal agar susunan karung tidak mudah bergeser.

Karung lalu diisi tanah atau pasir hingga padat dan ujungnya diikat rapat. Karung-karung ini kemudian disusun mengelilingi bagian luar kawat anyam sebagai dinding penahan beban air.

Susunan harus dibuat rapat dan stabil. Jika longgar, tekanan air bisa menggeser dinding dan mengurangi kekuatan kolam.

Untuk menambah kekuatan, galian sebaiknya dibuat bertingkat minimal dua tingkat. Dinding galian juga dianjurkan agak miring agar beban tidak menumpuk pada satu titik dan struktur lebih aman dari risiko runtuh.

Pemasangan terpal anti bocor

Sesudah dinding terbentuk, bagian dalam kolam dilapisi terpal secara merata. Terpal harus menutup seluruh permukaan dalam hingga melewati bibir susunan karung agar air tidak mudah merembes keluar.

Sisa ujung terpal dilipat ke bagian luar karung lalu diikat dengan tali tambang. Langkah ini penting agar terpal tidak bergeser saat kolam mulai diisi air.

Sebelum terpal utama dipasang, dasar kolam perlu diperiksa lagi untuk memastikan tidak ada benda tajam. Lapisan tambahan berupa terpal bekas, kain, atau plastik tebal dapat dipasang di dasar untuk membantu mencegah kebocoran.

Pengisian air dan perawatan awal

Pengisian air tidak dilakukan sekaligus penuh. Air dimasukkan perlahan agar tekanan air membantu merapikan posisi terpal dan membuatnya menempel mengikuti bentuk dinding kolam.

Tahap ini juga berguna untuk mengecek apakah ada bagian yang terlipat, bergeser, atau berpotensi bocor. Jika ditemukan masalah, perbaikan bisa dilakukan sebelum kolam terisi penuh.

Sebelum ikan dimasukkan, kolam perlu diisi air dan direndam selama beberapa hari. Setelah itu, air dibuang lalu diganti dengan air bersih.

Proses perendaman ini bertujuan menghilangkan bau bahan kimia dari terpal baru yang dapat membahayakan ikan. Setelah tahap ini selesai, kolam baru siap digunakan untuk menebar benih.

Karena kolam tidak memakai sistem semen permanen, kualitas air perlu dijaga dengan pompa dan filter sederhana. Pompa seperti Yamano tipe WP-105 dengan daya sedot 3000 liter per jam disebut bisa digunakan, sementara filter sederhana membantu menjaga air tetap jernih dan kadar oksigen lebih terjaga.

Kolam ikan dari karung juga dinilai cukup fleksibel untuk beberapa jenis ikan, termasuk koi dan nila, selama filtrasi berjalan baik. Umur pakainya bervariasi sekitar 1 hingga 3 tahun, sedangkan terpal geomembran dapat bertahan sekitar 3 hingga 5 tahun, bergantung pada kualitas bahan dan cara pemasangannya.

Terbaru