
Kementerian UMKM mengapresiasi langkah Unit Kemasan Bersama (UKB) Kota Bandar Lampung yang dinilai berhasil membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah menekan biaya kemasan. Di tengah kenaikan harga bahan baku kemasan akibat dinamika global, fasilitas ini menjadi salah satu cara agar UMKM tetap bisa menjaga daya saing produknya.
Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Hukum dan Kebijakan Publik, Reghi Perdana, menilai layanan kemasan bersama semakin penting saat tekanan harga terjadi di banyak sektor. Ia menekankan bahwa akses kemasan yang lebih terjangkau juga memberi peluang bagi produk UMKM tampil lebih menarik di pasar.
Kolaborasi pusat dan daerah
UKB Bandar Lampung hadir dari kerja sama Kementerian UMKM dan Pemerintah Kota Bandar Lampung. Skema ini dirancang untuk membuka akses kemasan berkualitas dengan harga yang lebih kompetitif bagi pelaku UMKM yang kerap terbatas modal saat ingin memperbaiki tampilan produk.
Dukungan pemerintah pusat menguat ketika kementerian yang saat itu masih bernama Kementerian Koperasi dan UKM menyerahkan hibah peralatan pengemasan yang lengkap dan terintegrasi. Fasilitas itu mencakup mesin pengemasan dasar, perangkat pencetakan dan pelabelan, mesin produksi kemasan seperti die cut dan laminasi, serta peralatan pendukung seperti timbangan digital dan komputer desain grafis.
Reghi menyebut bantuan tersebut membuat UMKM tidak hanya mendapat kemasan yang fungsional. Pengusaha juga bisa menghadirkan kemasan yang lebih menarik dengan nilai jual yang lebih tinggi, tanpa menambah beban biaya secara berlebihan.
Peran fasilitas daerah
Pemerintah Kota Bandar Lampung ikut menjaga keberlanjutan UKB dengan menyediakan gedung dan pembiayaan operasional. Dukungan itu juga mencakup tenaga profesional, termasuk desainer grafis, yang membantu pelaku UMKM memperkuat identitas visual produk mereka.
Manajer UKB Kota Bandar Lampung, Ferdinan, menjelaskan bahwa desain kemasan kini memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar pelindung barang. Kemasan juga menjadi media untuk menyampaikan nilai dan karakter produk secara visual kepada konsumen.
Kehadiran desainer grafis memberi nilai tambah bagi pelaku usaha yang belum memiliki kemampuan desain mandiri. Mereka bisa memperoleh kemasan yang lebih rapi, lebih menarik, dan tetap sesuai dengan kebutuhan usaha kecil.
Mulai dari pesanan kecil
UKB Bandar Lampung juga memberi ruang bagi pelaku usaha yang baru berkembang lewat layanan pemesanan yang fleksibel. Pemesanan dapat dilakukan mulai dari 50 unit, sehingga lebih ramah bagi UMKM yang belum membutuhkan produksi besar.
Ferdinan mengatakan skema ini membantu pelaku usaha mendapatkan kemasan berkualitas tanpa terbebani biaya besar di awal. Subsidi dari pemerintah daerah juga ikut menjaga harga layanan tetap terjangkau bagi UMKM.
Hingga kini, UKB Kota Bandar Lampung telah melayani sedikitnya 187 pengusaha UMKM. Aktivitas layanan juga meningkat tajam menjelang hari besar keagamaan, terutama Idul Fitri, ketika permintaan terhadap produk UMKM turut naik.
Bagi banyak pelaku usaha, fasilitas seperti UKB menunjukkan bahwa efisiensi biaya tidak harus mengorbankan tampilan produk. Dengan dukungan peralatan, desain, dan layanan yang bisa diakses dalam skala kecil, UMKM di Bandar Lampung mendapat ruang yang lebih luas untuk memperbaiki kemasan sekaligus mempertahankan harga yang bersaing di pasar.
Source: mediaindonesia.com




