Katarak Tak Lagi Menunggu Usia Tua, Diabetes Dan UV Kini Mengancam Produktif

Katarak kini tidak lagi identik dengan usia lanjut. Kondisi ini mulai lebih sering ditemukan pada kelompok usia muda dan produktif, terutama pada orang dengan diabetes, rabun jauh tinggi, atau paparan sinar ultraviolet yang berulang dalam aktivitas sehari-hari.

Lonjakan kasus pada usia aktif ini menjadi perhatian karena katarak dapat mengganggu kerja dan kualitas hidup lebih cepat dari yang banyak orang kira. Dokter Spesialis Mata sekaligus Kepala Divisi Riset dan Pendidikan JEC Group, dr. Nina Asrini Noor, menyebut kasus pada usia produktif memang makin banyak ditemui dalam beberapa tahun terakhir.

Diabetes mempercepat kekeruhan lensa

Diabetes menjadi salah satu faktor yang paling kuat terkait dengan munculnya katarak lebih cepat. Kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama dapat mengganggu metabolisme tubuh dan aliran darah ke mata, sehingga lensa mata lebih mudah mengalami kekeruhan.

Kondisi itu tidak hanya memengaruhi lensa, tetapi juga pembuluh darah di mata. Dr. Nina menegaskan bahwa diabetes memengaruhi metabolisme seluruh tubuh, termasuk mata, dan gangguan aliran darah ke mata ikut meningkatkan risiko percepatan katarak.

UV yang sering dianggap sepele

Selain diabetes, sinar ultraviolet juga ikut berperan dalam mempercepat perubahan pada lensa mata. Banyak orang masih tidak terbiasa memakai pelindung mata saat berkendara atau beraktivitas di luar ruangan, padahal paparan UV tetap bisa masuk ke mata, termasuk saat berada di dalam mobil.

Penggunaan kacamata dengan perlindungan UV disebut bisa membantu memperlambat risiko kerusakan lensa. Kebiasaan ini penting dibangun sejak usia muda agar proses munculnya katarak tidak terjadi lebih cepat dari yang seharusnya.

Kelompok minus tinggi juga perlu waspada

Orang dengan rabun jauh tinggi atau minus tinggi juga memiliki risiko lebih cepat mengalami katarak. Meski begitu, kondisi ini bukan berarti tidak bisa ditangani karena operasi katarak tetap dapat dilakukan dengan teknologi yang disesuaikan dengan kondisi mata pasien.

Risiko yang lebih besar pada kelompok tertentu membuat pemeriksaan mata rutin menjadi penting, terutama bagi mereka yang sudah memiliki gangguan penglihatan sebelumnya. Deteksi lebih awal membantu dokter menilai perubahan pada lensa sebelum gangguan berkembang lebih jauh.

Gejala awal sering tidak disadari

Katarak pada usia produktif sering kali tidak langsung membuat penglihatan hilang total. Namun, gejala awalnya bisa mengganggu aktivitas harian, seperti pandangan buram, silau saat malam hari, dan penurunan kualitas penglihatan saat bekerja.

Dampak itu dapat memengaruhi produktivitas jika tidak segera diperiksa. Karena itu, perubahan kecil pada penglihatan sebaiknya tidak diabaikan, apalagi bila muncul pada usia yang masih aktif bekerja.

Dr. Nina mengingatkan agar masyarakat tidak menunggu sampai penglihatan sangat terganggu. Ia menegaskan bahwa penanganan yang lebih cepat biasanya memberi peluang pemulihan yang jauh lebih baik.

Pemeriksaan dini dan pencegahan sederhana

Peningkatan kasus katarak pada usia produktif menunjukkan bahwa kesehatan mata perlu dijaga sejak dini, terutama pada kelompok dengan faktor risiko metabolik dan paparan lingkungan yang tinggi. Pemeriksaan mata yang lebih cepat dapat membantu menentukan langkah penanganan yang tepat sesuai kondisi pasien.

Kebiasaan sederhana seperti mengendalikan diabetes, memakai pelindung UV saat beraktivitas di luar, dan memeriksakan mata saat mulai merasa ada perubahan penglihatan dapat membantu menekan dampak katarak pada usia aktif. Langkah-langkah ini menjadi penting karena katarak kini tidak lagi hanya menjadi persoalan pada usia tua, melainkan juga ancaman nyata bagi pekerja usia produktif.

Source: lifestyle.bisnis.com
Terkait