Karanganyar masuk lima besar daerah dengan kunjungan wisatawan terendah di Jawa Tengah pada triwulan pertama 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menilai persoalannya tidak hanya datang dari faktor bencana, tetapi juga dari minimnya pembaruan destinasi yang bisa memancing wisatawan datang lagi.
Data kunjungan menunjukkan Karanganyar hanya didatangi 47,5 ribu wisatawan. Angka itu menempatkan daerah ini di kelompok terbawah bersama Kabupaten Tegal, Sukoharjo, Wonogiri, dan Sragen.
Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jawa Tengah, Hanung Triyono, menyebut sejumlah daerah memang terdampak bencana yang menekan minat wisata. Ia mencontohkan Kabupaten Tegal yang terdampak banjir di kawasan wisata andalannya, Guci.
Namun untuk empat daerah lain, Hanung menilai akar masalahnya ada pada kurangnya inovasi destinasi. Menurut dia, daerah-daerah itu belum maksimal menambah spot baru agar wisatawan tidak cepat bosan saat kembali berkunjung.
Karanganyar Masih Bertumpu pada Tawangmangu
Karanganyar disebut masih mengandalkan Tawangmangu sebagai daya tarik utama. Hanung menilai daerah itu perlu menambah pilihan lain, termasuk wisata kuliner, supaya kunjungan bisa terdorong lebih kuat.
Kondisi serupa juga terlihat di Sragen yang masih bergantung pada Sangiran. Hanung menilai destinasi itu perlu dioptimalkan lewat event wisata agar lebih menarik bagi pengunjung.
Pemprov Jateng pun menyiapkan langkah untuk mengangkat kunjungan ke daerah-daerah yang tertinggal ini. Salah satu upaya yang disebut Hanung adalah membuat event wisata ke Sangiran.
Perbandingan dengan Daerah Lain di Jateng
Selain Karanganyar, tiga daerah lain di kelompok rendah adalah Kabupaten Tegal dengan 87,3 ribu wisatawan, Sukoharjo 85,5 ribu, dan Wonogiri 82,9 ribu. Sragen justru mencatat angka terendah di antara lima daerah tersebut, yakni 44,2 ribu wisatawan.
Di sisi lain, lima daerah dengan kunjungan tertinggi memperlihatkan jarak yang sangat lebar. Kabupaten Klaten memimpin dengan 1,8 juta wisatawan, disusul Kota Semarang 1,61 juta, Surakarta 1,6 juta, Demak 1,5 juta, dan Kudus 911 ribu.
Secara keseluruhan, kunjungan wisatawan ke Jawa Tengah pada triwulan I 2026 mencapai 17,2 juta orang. Angka itu naik 18,7 persen dibanding triwulan I 2025 yang berada di 14,5 juta kunjungan.
Hanung menjelaskan kenaikan tersebut ikut didorong libur Lebaran 2026 yang lebih tinggi 7,4 persen dibanding tahun sebelumnya. Meski begitu, lonjakan total itu belum otomatis mengangkat daerah-daerah yang masih tertinggal karena persoalan pembaruan destinasi belum banyak terjawab.
Source: banyumas.tribunnews.com






