Persik Kediri berhasil mengakhiri tren buruk saat menjamu Persita Tangerang di Stadion Brawijaya, Kediri, pada laga pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026. Tim berjuluk Macan Putih menang tipis 1-0 dan meraih tiga poin penting yang langsung mengubah posisi mereka di klasemen sementara.
Kemenangan ini terasa krusial karena Persik sebelumnya gagal meraih poin penuh dalam tiga pertandingan beruntun. Di sisi lain, Persita harus menerima kekalahan ketiga secara beruntun berdasarkan catatan liga, meski tetap tampil cukup agresif sepanjang pertandingan.
Jon Toral Jadi Pembeda
Gol semata wayang Persik lahir pada menit ke-21 melalui Jon Toral. Gelandang yang pernah menimba ilmu di akademi Arsenal itu menyambut umpan silang Adrian Luna dengan sundulan yang mengarah tepat ke gawang dan tak mampu dihentikan Igor Rodrigues.
Gol tersebut tercipta dari serangan yang dibangun rapi dari sisi lapangan. Persik memanfaatkan awal laga untuk menekan lebih dulu, lalu menjaga momentum itu dengan disiplin hingga akhir pertandingan.
Keberhasilan Jon Toral mencetak gol memberi dampak besar bagi jalannya laga. Persik tidak hanya unggul lebih cepat, tetapi juga bisa bermain lebih tenang saat Persita mulai meningkatkan intensitas serangan.
Persita Sempat Mengancam
Persita tidak bermain pasif meski tertinggal lebih dulu. Rayco Rodriguez dan Pablo Ganet beberapa kali mencoba menciptakan peluang, namun penyelesaian akhir mereka belum cukup tajam untuk menembus pertahanan Persik.
Di momen penting, kiper Persik Leo Navacchio tampil solid. Beberapa penyelamatan pentingnya membantu tim tuan rumah tetap memegang keunggulan satu gol hingga turun minum.
Tekanan Persita terus datang, tetapi rapatnya lini belakang Persik membuat peluang-peluang tim tamu tidak berkembang menjadi gol. Situasi ini menjadi salah satu kunci bagi Macan Putih dalam mempertahankan keunggulan.
Babak Kedua Lebih Terbuka
Setelah jeda, Persik mencoba mencari gol tambahan lewat permainan yang lebih agresif. Ernesto Gomez sempat memperoleh kesempatan, tetapi tembakannya melambung di atas mistar.
Persita kemudian meningkatkan tempo serangan untuk mengejar ketertinggalan. Hokky Caraka dan Rayco Rodriguez sama-sama mendapatkan peluang bagus, namun akurasi dan keputusan akhir membuat upaya mereka belum menghasilkan gol.
Pertandingan berjalan lebih terbuka pada babak kedua karena kedua tim sama-sama mencari ruang untuk menyerang. Meski begitu, Persik tetap mampu menjaga ritme permainan dan mengontrol momen-momen krusial.
Pertahanan Persik Tetap Konsisten
Keunggulan 1-0 bertahan sampai peluit panjang berbunyi. Persik menunjukkan disiplin tinggi di lini belakang, terutama saat menghadapi tekanan bertubi-tubi dari Persita pada menit-menit akhir.
Hasil ini membuat Persik naik ke peringkat 12 klasemen sementara dengan koleksi 33 poin. Tambahan tiga poin juga membantu mereka memperbaiki situasi di papan bawah dan menjaga jarak dari zona berbahaya.
Persita tetap berada di posisi ketujuh dengan 41 poin setelah kekalahan tersebut. Namun, rentetan hasil minor yang belum terputus memberi sinyal bahwa tim harus segera menemukan kembali ketajaman agar tidak kehilangan momentum dalam persaingan papan atas.
Persik tampil dengan formasi 4-4-2 melalui Leo Navacchio di bawah mistar, lalu Hamra Hehanussa, I Gusti Made Rendy, Muhamad Firli, dan Vava Mario di lini belakang. Lini tengah diisi Adrian Luna, Imanol Garcia, Jon Toral, dan Telmo Castanheira, sedangkan Ernesto Gomez Munoz dan Jose Enrique Rodriguez menjadi tumpuan di depan.







