3 Kabar Piala Dunia 2026, Bonus Juara Spanyol Tergerus hingga Ritual Cucurella

Gelar juara Piala Dunia 2026 tidak otomatis membuat seluruh bonus pemain Spanyol utuh diterima. Nilai bruto yang besar disebut bisa menyusut hingga sekitar separuh setelah terkena beban pajak.

Di balik pesta kemenangan La Furia Roja, final juga dibayangi ketegangan antara UEFA dan FIFA. Ada pula ritual Marc Cucurella yang kembali menghidupkan tradisi dari final Piala Dunia 2010.

No.KabarDetail Utama
1Bonus SpanyolSetiap pemain berpeluang memperoleh bonus bruto 754.701,92 euro.
2Presiden UEFA absenAleksander Ceferin tidak menghadiri final sebagai bentuk protes terhadap FIFA.
3Ritual CucurellaBek Spanyol itu mengubur koin di lapangan sebelum final melawan Argentina.

1. Bonus Juara Spanyol Tergerus Pajak

Timnas Spanyol meraih trofi setelah menang 1-0 atas Argentina melalui perpanjangan waktu di MetLife Stadium, New Jersey. Ferran Torres menjadi penentu kemenangan lewat gol pada menit ke-106.

Keberhasilan itu menghasilkan hadiah besar bagi skuad Spanyol, tetapi jumlah yang diterima tiap pemain tidak sepenuhnya sama dengan nilai bruto. Gestha, seperti dikutip The Mirror, memperkirakan setiap pemain berpeluang mendapat bonus kotor 754.701,92 euro.

Angka tersebut berasal dari kesepakatan antara para pemain dan RFEF. Skuad Spanyol menerima 45 persen dari hadiah 44 juta euro yang diberikan FIFA kepada juara turnamen.

Total sekitar 19,8 juta euro kemudian dibagi rata kepada 26 pemain Spanyol. Namun, pajak membuat sebagian anggota skuad diperkirakan hanya membawa pulang sekitar setengah dari bonus bruto tersebut.

Perbedaan antara nilai bonus di atas kertas dan uang bersih yang diterima menjadi salah satu sisi lain dari gelar dunia Spanyol. Perayaan juara pun berjalan berdampingan dengan konsekuensi finansial yang harus dihadapi para pemain.

Di lapangan, Spanyol disebut tampil dominan sepanjang partai puncak. Argentina hanya melepaskan dua tembakan sampai pertandingan berakhir, sebelum gol Torres memecah kebuntuan pada masa tambahan.

2. Ceferin Memilih Tidak Hadir

Presiden UEFA Aleksander Ceferin tidak menghadiri final di New Jersey. Ketidakhadirannya disebut sebagai bentuk protes terhadap FIFA ketika hubungan dua organisasi itu sedang memanas.

UEFA sebelumnya mengkritik keputusan Komite Disiplin FIFA yang membatalkan larangan bermain satu pertandingan untuk penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun. Keputusan tersebut menjadi salah satu isu yang memperuncing ketegangan di tengah turnamen.

Pembatalan sanksi itu terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta Presiden FIFA Gianni Infantino untuk meninjau kembali kartu merah Balogun. Situasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan pengaruh politik dalam proses disiplin FIFA.

Absennya Ceferin membuat konflik di level pengelola sepak bola ikut mendapat perhatian pada pertandingan terbesar turnamen. Final Spanyol melawan Argentina akhirnya tidak hanya menyisakan cerita persaingan dua tim di atas lapangan.

3. Koin yang Dikubur Marc Cucurella

Marc Cucurella membawa kebiasaan personal ke lapangan menjelang final melawan Argentina. Bek kiri Spanyol itu terlihat mengubur sebuah koin sesaat sebelum laga dimulai di New York New Jersey Stadium.

Ritual tersebut bukan tradisi baru yang ia ciptakan sendiri. Cucurella meneruskan kebiasaan Joan Capdevila, legenda Spanyol yang pernah melakukan hal serupa menjelang final Piala Dunia 2010.

Aksi itu kemudian dikaitkan dengan keberhasilan Spanyol mengalahkan Argentina dan mengangkat trofi. Meski bersifat personal, ritual Cucurella menambah warna dalam perjalanan La Furia Roja menuju gelar dunia.

Tiga cerita ini memperlihatkan bahwa kemenangan Spanyol memiliki banyak lapisan di luar skor akhir. Bonus yang menyusut, protes UEFA, dan ritual koin menjadi bagian dari narasi yang mengiringi akhir turnamen.

Source: www.liputan6.com
Terkait