Borneo FC Rombak Skuad dengan 11 Rekrutan, Mauro Jeronimo Mulai dari Nol

Borneo FC Samarinda memasuki pramusim dengan perubahan besar setelah merekrut 11 pemain baru. Pelatih Mauro Jeronimo kini menghadapi tugas menyatukan para pendatang dengan pemain lama sambil membentuk identitas baru Pesut Etam.

Tantangan itu tidak hanya berkaitan dengan komposisi pemain, tetapi juga hadirnya staf pelatih baru. Situasi tersebut membuat proses persiapan menuju Liga 1 2026/2027 menjadi lebih dari sekadar melanjutkan kerja dari musim sebelumnya.

Fondasi baru di Stadion Segiri

Mauro memimpin latihan perdana Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, pada Senin (20/7/2026). Sesi tersebut menandai dimulainya persiapan tim setelah para pemain menjalani masa libur kompetisi sekitar dua bulan.

Pelatih asal Portugal berusia 37 tahun itu menilai perombakan ini menuntut pembangunan yang bertahap. Ia tidak menutup mata bahwa banyaknya wajah baru membuat tim harus menemukan kembali fondasi permainan bersama.

“Jelas, sekarang kami punya banyak pemain baru dan staf baru. Bisa dibilang, kami harus membangun tim ini lagi dari nol,” kata Mauro, seperti dikutip bola.kompas.com.

Meski pekerjaan besar sudah menanti, Mauro melihat respons awal yang positif dari skuadnya. Para pemain disebut kembali dari libur dengan motivasi dan semangat baru untuk menjalani program pramusim.

“Setelah libur dua bulan, para pemain kembali dengan motivasi dan semangat baru,” ujar Mauro. Modal tersebut dinilai penting agar pemain dan staf baru dapat lebih cepat beradaptasi dengan tuntutan tim.

Enam pemain asing dalam perombakan skuad

Komposisi rekrutan Borneo FC mencakup enam pemain asing dari Brasil, Perancis, dan Spanyol. Mereka mengisi sejumlah kebutuhan, mulai dari lini belakang, tengah, sayap, hingga sektor penyerangan.

PemainAsalPosisi
Cristian MatheusBrasilBek tengah
Iago MendonçaBrasilBek tengah
Gabriel OliveiraBrasilGelandang
N’Goma KablanPerancisWinger
Rodrigo VarandaBrasilPenyerang
Rubén López Huesca atau RubioSpanyolStriker

Lima pemain lokal juga menjadi bagian dari perubahan tersebut. M Ridho dan Rifat Marasabessy kembali ke Borneo FC, sementara Darmawan, Rakasurya, serta penjaga gawang Achmad Figo datang sebagai tambahan.

Jumlah rekrutan itu membuat staf pelatih perlu mencari perpaduan yang tepat dalam susunan tim. Pemahaman bermain antara pemain lama dan baru akan menjadi salah satu fokus utama selama pramusim.

Passion, fisik, taktik, dan mental

Mauro ingin menjadikan passion dan antusiasme sebagai dasar identitas permainan Borneo FC. Ia mengharapkan timnya tampil kompetitif, berani berjuang dalam setiap pertandingan, serta mampu memberi permainan yang dinikmati pendukung.

“Sepak bola itu soal passion dan antusiasme. Itulah yang akan saya coba tanamkan ke para pemain dan staf, membangun tim yang bermain dengan penuh semangat, punya mentalitas yang bagus,” ucap Mauro.

Program latihan akan mencakup empat aspek sepak bola modern, yakni taktik, teknik, fisik, dan mental. Keempatnya akan dipadukan secara bertahap untuk mendorong perkembangan individu sekaligus kekompakan kolektif.

Mauro menegaskan peningkatan kemampuan tidak dapat diperoleh secara instan. Para pemain membutuhkan waktu untuk memahami tuntutan permainan dan membangun chemistry di dalam skuad yang mengalami banyak perubahan.

“Kami ingin jadi tim kompetitif yang selalu berjuang habis-habisan di setiap laga demi meraih kemenangan,” lanjutnya. Target itu menjadi arah Borneo FC di tengah kebutuhan mendesak untuk mempercepat proses adaptasi.

Suporter diminta memberi waktu

Mauro meminta suporter memberi dukungan dan kesabaran selama pembentukan tim berlangsung. Kehadiran banyak pemain serta staf baru membuat masa adaptasi menjadi bagian yang tidak bisa dihindari pada awal musim.

Pramusim akan menjadi penentu seberapa cepat 11 rekrutan anyar menyatu dengan kerangka skuad yang sudah ada. Borneo FC berharap fondasi tersebut dapat mengantarkan tim kembali bersaing di papan atas kompetisi nasional.

Source: bola.kompas.com
Terkait