Jawa Timur kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah terkuat dalam pengembangan ekonomi syariah nasional. Provinsi ini memborong 8 penghargaan Anugerah Adinata Syariah 2026, sebuah capaian yang memperlihatkan kerja ekosistem ekonomi syariah yang berjalan dari hulu ke hilir.
Raihan tersebut juga menjadi sinyal bahwa Jawa Timur tidak hanya kuat di satu sektor, tetapi mampu menghubungkan industri halal, pemberdayaan UMKM, dan ekonomi pesantren dalam satu gerak pembangunan. Dengan capaian itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan kesiapan untuk menjadi pusat ekonomi syariah nasional.
Kolaborasi Jadi Fondasi Utama
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai prestasi ini lahir dari kerja bersama banyak pihak. Ia menyebut pemerintah, pondok pesantren, pelaku usaha, akademisi, lembaga keuangan syariah, dan masyarakat sebagai unsur penting yang membentuk kekuatan ekosistem tersebut.
Menurut Khofifah, kolaborasi lintas sektor membuat penguatan ekonomi syariah di Jawa Timur bergerak secara inklusif, produktif, dan berkelanjutan. Karena itu, raihan 8 penghargaan ini tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bukti bahwa pembangunan ekonomi syariah di daerah tersebut sudah terkoneksi dengan berbagai elemen.
Penghargaan Diserahkan Di Jakarta
Anugerah Adinata Syariah 2026 diserahkan pada malam penganugerahan di Auditorium MBM, Gedung Transmedia, Jakarta, Senin (6/7). Khofifah menerima penghargaan tersebut melalui Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Iwan.
Pengakuan ini memperkuat reputasi Jawa Timur di tingkat nasional dalam pengembangan ekonomi syariah. Di saat yang sama, capaian itu menunjukkan bahwa pengembangan industri halal dan ekonomi pesantren di provinsi ini terus bergerak seiring dengan dorongan terhadap UMKM.
Sinyal Untuk Agenda Pembangunan Daerah
Raihan 8 penghargaan tersebut memberi bobot tambahan bagi posisi Jawa Timur dalam peta ekonomi syariah Indonesia. Pemerintah provinsi pun menempatkan penguatan ekonomi syariah sebagai salah satu agenda strategis pembangunan daerah.
Dengan dukungan lintas sektor yang terus menguat, Jawa Timur kini berada dalam posisi yang semakin diperhitungkan untuk memimpin pengembangan ekonomi syariah nasional. Capaian di Anugerah Adinata Syariah 2026 menjadi salah satu penanda paling jelas dari arah itu.
