Bank Jatim Dinilai Paling Solid, Jalan ke Nomor Satu Nasional Makin Terbuka

Author: Cung Media

Bank Jatim mendapat sorotan positif setelah dinilai sebagai salah satu BUMD paling solid di Indonesia. Penilaian itu datang dari Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, yang melihat bank daerah ini bukan hanya kuat secara kinerja, tetapi juga punya peluang besar naik kelas di tingkat nasional.

Lia menilai kekuatan Bank Jatim terletak pada kemampuannya menjaga tiga hal sekaligus, yakni profit, pelayanan publik, dan penguatan ekonomi daerah. Menurut dia, keseimbangan itu membuat Bank Jatim tampil berbeda di tengah kompetisi industri perbankan daerah yang semakin ketat.

Solid di kinerja, kuat di dampak daerah

Dalam pandangan Lia, capaian Bank Jatim tidak berhenti pada angka laba. Ia menekankan bahwa bank daerah tersebut juga memberi dampak langsung bagi masyarakat dan ekosistem ekonomi di Jawa Timur.

“Bank Jatim hari ini menunjukkan bahwa BUMD bisa naik kelas, tidak hanya kuat secara angka, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat. Ini yang saya sebut sebagai BUMD paling solid, karena mampu menjaga keseimbangan antara profit, pelayanan publik, dan penguatan ekonomi daerah,” ujar Lia Istifhama.

Transformasi digital dan penguatan KUB

Lia juga menyoroti langkah transformasi digital yang terus dijalankan Bank Jatim. Selain itu, penguatan Kelompok Usaha Bank atau KUB disebut menjadi strategi penting untuk memperluas layanan dan meningkatkan daya saing.

Ia menilai roadmap yang jelas dan kolaborasi antarbadan usaha pembangunan daerah bisa menjadi modal penting. Dengan fondasi itu, Bank Jatim dinilai tidak hanya berpeluang menjadi yang terbaik di daerah, tetapi juga bersaing untuk posisi puncak secara nasional.

Fokus Utama Isi Strategi Dampak yang Ditargetkan
Transformasi digital Penguatan layanan dan kemudahan transaksi Daya saing bank makin tinggi
KUB Kolaborasi dengan BPD lain Perluasan layanan dan pondasi yang lebih kuat
Roadmap jangka panjang Arah bisnis yang lebih terukur Peluang menuju posisi terbaik nasional

Arah bisnis tidak hanya mengejar laba

Arah penguatan itu sejalan dengan penjelasan Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo. Dalam rapat kerja tahunan perusahaan, ia menyebut tujuan utama Bank Jatim bukan semata mengejar keuntungan, melainkan juga memperluas inklusi keuangan, meningkatkan literasi masyarakat, dan membuka akses pembiayaan yang lebih luas.

Bank Jatim kini didukung 244 kantor cabang yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk Jakarta. Perseroan juga terus memperkuat layanan mobile banking agar nasabah bisa bertransaksi lebih mudah kapan pun dan di mana pun.

Pembiayaan produktif masih jadi pekerjaan rumah

Kemudahan layanan itu diarahkan untuk mendorong kredit ke sektor produktif. Manajemen mengakui porsi kredit Bank Jatim masih didominasi kredit konsumtif sebesar 55 persen, tetapi pembiayaan untuk usaha produktif, termasuk UMKM, tetap terus didorong.

Penguatan permodalan, percepatan transformasi digital, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia juga ditempatkan sebagai tiga pilar utama agar Bank Jatim tetap kompetitif. Fokus itu dinilai penting untuk menjaga pertumbuhan sekaligus memperkuat perekonomian daerah.

Roadmap 2027–2028 dan peluang sinergi daerah

Manajemen Bank Jatim telah menyusun roadmap bisnis jangka panjang untuk periode 2027–2028. Ada lima fokus utama di dalamnya, yakni penguatan tata kelola perusahaan, optimalisasi ekosistem bisnis, transformasi teknologi informasi, pengembangan human capital, dan optimalisasi KUB.

Winardi menyebut penguatan KUB penting karena selaras dengan kebijakan OJK yang mendorong pemenuhan modal inti minimum Rp3 triliun bagi seluruh BPD. Melalui skema itu, Bank Jatim membuka peluang sinergi dengan sejumlah BPD lain di Indonesia.

Fokus Roadmap 2027–2028 Penjelasan Singkat
Tata kelola perusahaan Memperkuat fondasi operasional
Ekosistem bisnis Mengoptimalkan jaringan usaha
Teknologi informasi Mempercepat transformasi digital
Human capital Mengembangkan kualitas SDM
KUB Memperluas sinergi antarbpd

“Kami membuka peluang sinergi KUB dengan lima BPD lainnya di Indonesia, seperti BPD NTT dan NTB. Sinergi ini akan membuat pondasi perbankan daerah makin kuat. Jika ada pengusaha di daerah mereka yang butuh fasilitas pembiayaan besar, Bank Jatim siap meng-cover,” kata Winardi.

OJK menilai BPD tetap tangguh

Dukungan atas penguatan KUB juga datang dari OJK. Deputi Komisioner Pengawas Bank Pemerintah, Syariah, dan Daerah OJK, Defri Andri, menilai industri BPD memiliki ketahanan yang baik di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Ia menyebut tingkat Capital Adequacy Ratio industri BPD berada di angka 26,19 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata CAR industri perbankan nasional sebesar 25,09 persen. Defri berharap sinergi melalui KUB tidak berhenti pada aktivitas perbankan ritel, tetapi juga mendorong akselerasi ekonomi riil antardaerah.

Dengan kombinasi kinerja, digitalisasi, dan sinergi antarbpd, posisi Bank Jatim dinilai semakin terbuka untuk memperluas pengaruhnya di luar Jawa Timur. Dukungan dari kalangan daerah, manajemen perusahaan, dan OJK membuat bank daerah itu berada di jalur yang makin kompetitif menuju level nasional.

Source: radarbangsa.co.id
Terbaru