Visi Jawa Barat Istimewa tak lagi diposisikan sebagai urusan besar yang jauh dari warga. Pemerintah Provinsi Jawa Barat justru menegaskan bahwa perubahan harus dimulai dari lingkup paling dekat dengan masyarakat, yaitu RT dan RW.
Pesan itu mengemuka saat peringatan Hari Jadi ke-599 Cirebon, ketika Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menghadiri Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kota Cirebon, Selasa (16/6/2026). Di forum itu, Herman menekankan bahwa pembangunan daerah membutuhkan tata kelola yang kuat sekaligus partisipasi aktif warga di tingkat akar rumput.
RT dan RW disebut sebagai motor perubahan
Herman menilai RT dan RW memegang peran strategis karena bersentuhan langsung dengan persoalan harian warga. Karena itu, ia meminta pengurus lingkungan di Kota Cirebon memperkuat peran sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
Menurut dia, pembangunan tidak bisa hanya bertumpu pada satu figur atau satu kebijakan besar. Target besar baru bisa dicapai bila seluruh elemen bergerak bersama dalam pola kerja kolektif.
“Tidak ada superman, yang ada superteam. Targetnya, pada 2029 Jawa Barat harus menjadi provinsi termaju, dan itu dimulai dari RT,” tegas Herman.
Perubahan besar bisa lahir dari ruang kecil
Untuk memperkuat pesannya, Herman mencontohkan seorang ketua RT asal Cirebon yang kini bertugas di Jakarta. Sosok itu disebut berhasil menghadirkan berbagai inovasi di lingkungan tempatnya bertugas, terutama dalam pengelolaan sampah.
Contoh tersebut menjadi penegasan bahwa perubahan nyata bisa lahir dari ruang yang sangat kecil di masyarakat. Pemprov Jawa Barat berharap pola serupa dapat direplikasi oleh RT dan RW di berbagai daerah, termasuk di Kota Cirebon.
Populasi besar, tuntutan pembangunan ikut naik
Herman juga mengingatkan bahwa Jawa Barat kini menjadi provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, sekitar 51 juta jiwa. Kondisi itu, menurut dia, harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pembangunan agar Jawa Barat bisa menjadi provinsi terbaik dan termaju di Indonesia.
Karena itu, Pemprov Jawa Barat mengusung visi Jawa Barat Istimewa. Herman menegaskan visi tersebut hanya bisa terwujud jika seluruh tingkatan pemerintahan dan masyarakat bergerak serentak.
“Tidak akan ada Jawa Barat istimewa tanpa kabupaten dan kota yang istimewa. Tidak akan ada kabupaten dan kota istimewa tanpa desa dan kelurahan istimewa. Dan tidak akan ada desa serta kelurahan istimewa tanpa RT dan RW yang istimewa,” katanya.
Cirebon dan pesan agar sejarah ikut dijaga
Di sela penekanan pada pembangunan berbasis warga, Herman juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai sejarah Kota Cirebon. Ia menyebut perjalanan panjang Cirebon yang tercatat dalam berbagai literatur harus menjadi sumber inspirasi untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Baginya, pembangunan dan ingatan sejarah tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. “Belajar dari masa lalu, untuk memahami hari ini dan menjemput masa depan,” pungkas Herman.
Source: aboutcirebon.id






