Jaecoo J5 EV masih berdiri paling depan di pasar SUV listrik Indonesia pada periode Januari hingga April 2026. Data wholesales Gaikindo menunjukkan model ini sudah terdistribusi 11.006 unit, jauh meninggalkan para pesaing terdekatnya.
Keunggulan itu bukan sekadar soal posisi pertama. Selisih besar di puncak membuat jurang penjualan SUV listrik terlihat makin lebar, terutama saat merek-merek lain justru saling berdekatan di papan atas.
Perebutan ketat di belakang pemuncak
BYD Sealion 7 menempati posisi kedua dengan 3.809 unit, sementara Geely EX2 membuntuti sangat tipis di angka 3.569 unit. Jarak keduanya menunjukkan persaingan di lapis atas masih terbuka, meski Jaecoo J5 EV belum tersentuh.
Di bawah tiga besar, Aion V mencatat 1.233 unit dan Geely EX5 membukukan 947 unit. Vinfast VF 3 menyusul dengan 843 unit, lalu Hyundai Kona EV berada di angka 563 unit.
Chery J6T menutup daftar dengan 494 unit. Komposisi ini memperlihatkan bahwa pasar SUV listrik masih bergerak kuat, tetapi belum merata karena satu model memimpin dengan margin sangat besar.
Daftar SUV listrik terlaris Januari-April 2026
| Model | Penjualan |
|---|---|
| Jaecoo J5 EV | 11.006 unit |
| BYD Sealion 7 | 3.809 unit |
| Geely EX2 | 3.569 unit |
| Aion V | 1.233 unit |
| Geely EX5 | 947 unit |
| Vinfast VF 3 | 843 unit |
| Hyundai Kona EV | 563 unit |
| Chery J6T | 494 unit |
Daftar itu menunjukkan kesenjangan tajam antara pemimpin pasar dan para pengejar. Jaecoo J5 EV berada di level penjualan yang belum didekati model lain dalam periode yang sama.
Peta pasar yang mulai bergeser
Kondisi ini juga mempertegas arah pilihan konsumen Indonesia terhadap SUV listrik. Segmen Sport Utility Vehicle berbasis baterai masih menjadi magnet utama di tengah tren EV yang terus tumbuh pada kuartal pertama hingga awal kuartal kedua 2026.
Pergerakan pasar juga menandakan tekanan bagi pemain lama dari merek-merek baru. Mereka datang dengan teknologi terkini dan harga yang kompetitif, lalu langsung mengisi banyak posisi di daftar penjualan teratas.
Jika dilihat dari komposisi merek, produsen asal Tiongkok masih memegang kendali kuat dalam volume penjualan SUV listrik. Hampir seluruh lapisan teratas daftar wholesales periode ini diisi oleh model dari negara tersebut.
Nama baru ikut mengganggu peta lama
Vinfast VF 3 menjadi salah satu sorotan di papan menengah. Capaian 843 unit dinilai menonjol karena penetrasi Vinfast di pasar nasional masih tergolong baru.
Di sisi lain, nama besar seperti Hyundai belum berada di barisan terdepan. Kona EV justru harus puas ada di posisi bawah, saat merek-merek China tampil dominan hampir di seluruh urutan teratas.
Data wholesales ini memberi gambaran soal kekuatan distribusi dan pasokan dari pabrik ke diler. Dalam pasar yang sedang tumbuh, angka tersebut kerap dipakai untuk membaca arah persaingan antarmerek di tahap awal tahun.
Dominasi SUV listrik juga menandakan selera konsumen Indonesia terus bergerak ke kendaraan berbadan lebih besar. Efisiensi tetap penting, tetapi pasar kini juga memberi perhatian pada desain futuristik serta fitur keselamatan yang lebih lengkap.
Dengan kondisi seperti ini, persaingan SUV listrik di Indonesia masih menyisakan ruang untuk perubahan. Untuk sementara, Jaecoo J5 EV tetap menjadi acuan utama karena jaraknya yang jauh dari para pesaing belum juga terkejar.
Source: otomotif.kompas.com






