itel S26 Ultra menawarkan kombinasi yang tidak biasa untuk ponsel di rentang Rp2 jutaan. Perangkat ini membawa layar melengkung dengan kecerahan puncak 4.500 nits, tetapi tetap memakai bodi setebal 6,8 mm dan baterai besar.
Daya tarik utamanya terletak pada upaya menghadirkan kesan perangkat premium ke segmen terjangkau. itel Indonesia telah memperkenalkan ponsel yang juga disebut Super 26 Ultra ini melalui halaman resminya.
Layar cerah dengan desain melengkung
Bagian depan itel S26 Ultra menggunakan panel 3D-Curved AMOLED berukuran 6,78 inci. Panel tersebut memiliki resolusi 1,5K serta refresh rate 144 Hz untuk mendukung tampilan yang tajam dan pergerakan antarmuka lebih mulus.
Tingkat kecerahan puncak hingga 4.500 nits menjadi salah satu angka paling menonjol pada perangkat ini. Spesifikasi itu ditujukan agar layar tetap lebih mudah dibaca ketika ponsel digunakan di bawah cahaya matahari langsung.
itel turut membekali layar dengan teknologi XDR atau Extreme Dynamic Range. Lapisan Corning Gorilla Glass 7i juga dipasang untuk memberikan perlindungan tambahan pada bagian depan perangkat.
| Bagian | Spesifikasi | Detail Pendukung |
|---|---|---|
| Layar | 6,78 inci 3D-Curved AMOLED | Resolusi 1,5K, 144 Hz, hingga 4.500 nits |
| Chipset | Unisoc T7300 | Fabrikasi 6 nm, GPU Mali-G57 MP2 |
| Memori | RAM 8 GB, penyimpanan 256 GB | RAM virtual hingga 16 GB, UFS 2.2 |
| Baterai | 6.000 mAh | Pengisian cepat 18W melalui USB Type-C |
Perpaduan bodi tipis dan daya besar
Ponsel ini membawa baterai 6.000 mAh meski ketebalan bodinya hanya 6,8 mm. Pengisian dayanya didukung fast charging 18W melalui port USB Type-C.
Selain desain ramping, itel S26 Ultra mengantongi sertifikasi IP65. Sertifikasi tersebut menunjukkan ketahanan perangkat terhadap debu dan percikan air.
Kombinasi bodi tipis, layar lengkung, dan kapasitas baterai besar menjadi nilai pembeda di kelas harganya. Namun, dukungan pengisian 18W tetap menjadi bagian dari konfigurasi yang perlu dipertimbangkan calon pengguna.
Chipset 6 nm untuk kebutuhan harian
Untuk pemrosesan, perangkat ini mengandalkan Unisoc T7300 yang dibuat dengan fabrikasi 6 nm. Chipset octa-core tersebut memiliki dua inti Cortex-A78 berkecepatan 2,2 GHz dan enam inti Cortex-A55 hingga 2,0 GHz.
Urusan grafis ditangani GPU Mali-G57 MP2. Konfigurasinya dipadukan dengan RAM fisik 8 GB dan penyimpanan internal 256 GB berteknologi UFS 2.2.
RAM perangkat dapat diperluas secara virtual hingga 16 GB. Kapasitas ini memberi ruang lebih longgar untuk menjalankan aplikasi serta menyimpan beragam file pengguna.
Menurut techno.viva.co.id, penggunaan media sosial dan multitasking dapat ditangani tanpa kendala berarti dalam pengujian awal. PUBG Mobile dan Mobile Legends dilaporkan dapat berjalan di kisaran 40–60 FPS pada pengaturan grafis menengah.
Performa tersebut belum ditujukan untuk menandingi ponsel dengan chipset flagship. itel menyertakan Engine Game 2.0 untuk membantu menjaga pengalaman bermain tetap responsif sesuai kelas perangkatnya.
Kamera 50 MP dan perekaman 2K
Sektor belakang dipimpin kamera utama 50 MP dengan bukaan f/1.6 dan autofokus. Kamera tersebut ditemani lensa makro untuk kebutuhan pemotretan jarak dekat.
Di bagian depan, itel S26 Ultra memakai kamera selfie 32 MP. Kamera depan maupun belakang sama-sama mendukung perekaman video hingga resolusi 2K pada 30 fps.
Perangkat ini menjalankan Android 15 dengan antarmuka itel OS 15. Layar AMOLED 144 Hz, penyimpanan 256 GB, serta baterai berkapasitas besar menjadi paket yang diandalkan itel untuk menarik pengguna di segmen terjangkau.







