Tablet Rp2 Jutaan Mulai Naik Kelas, AI Infinix XPAD 20 Menantang Standar Baru

Tablet murah mulai mengubah perannya pada Juli 2026. Di kisaran Rp2 jutaan, perangkat tidak lagi hanya mengandalkan fungsi menonton video atau bermain gim ringan, tetapi mulai menawarkan bantuan AI untuk aktivitas belajar dan produktivitas.

Perubahan itu terlihat pada Infinix XPAD 20 yang dipasarkan mulai Rp2.699.000. Tablet ini membawa layar besar, memori lega, konektivitas 4G LTE, serta asisten AI yang sebelumnya lebih sering dikaitkan dengan perangkat di kelas lebih tinggi.

AI Menjadi Nilai Jual di Kelas Terjangkau

Infinix membekali XPAD 20 dengan Folax, asisten suara pintar berbasis ChatGPT. Fitur tersebut ditujukan untuk membantu tugas sehari-hari, termasuk merangkum teks dan menjalankan perintah melalui integrasi AI Replit.

Kehadiran Folax membuat tablet ini tidak hanya diposisikan sebagai layar tambahan untuk hiburan. Pengguna dapat memanfaatkannya untuk membaca materi, mengelola pekerjaan sederhana, atau menyiapkan kebutuhan belajar berbasis konten digital.

Menurut techno.viva.co.id, XPAD 20 menggunakan layar 11 inci dengan resolusi FHD+ dan refresh rate 90Hz. Kombinasi layar luas dan pergerakan visual yang lebih mulus menjadi pembeda di segmen harga yang lebih mudah dijangkau.

Fokus Infinix berada pada kebutuhan praktis pengguna harian. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa AI mulai diperlakukan sebagai fitur pendukung produktivitas, bukan lagi pelengkap yang eksklusif untuk tablet mahal.

ModelLayar dan PerformaFitur ProduktivitasHarga/Kapasitas
Infinix XPAD 2011 inci FHD+, 90Hz, MediaTek Helio G88Folax berbasis ChatGPT, Replit, Multi-Device CollaborationMulai Rp2.699.000, RAM 8 GB dan ROM 256 GB
iQOO Pad 5cSnapdragon 8s Gen 3, baterai 10.000 mAhAI PPT Assistant, PC-level WPS OfficeModel global berada di rentang harga lebih tinggi

Konektivitas Jadi Penopang Penggunaan Harian

Di balik fitur AI, Infinix XPAD 20 ditenagai chipset MediaTek Helio G88 dengan RAM 8 GB dan penyimpanan 256 GB. Tablet ini juga tersedia melalui mitra ritel resmi, termasuk Erafone.

Slot SIM card 4G LTE memberi pilihan koneksi seluler bagi pengguna yang tidak selalu berada dalam jangkauan Wi-Fi. Dukungan ini relevan untuk kegiatan belajar, bekerja, dan mengakses dokumen saat bepergian.

Infinix turut menyertakan fitur Multi-Device Collaboration untuk penggunaan lintas perangkat. Fitur tersebut diarahkan agar aktivitas produktivitas maupun edukasi dapat dijalankan dengan alur yang lebih terhubung.

Dengan layar besar, memori luas, dan koneksi seluler, XPAD 20 menyasar pengguna yang membutuhkan perangkat serbaguna di rumah maupun di luar ruangan. Posisi harganya membuat persaingan tablet murah kini tidak cukup hanya mengandalkan kapasitas baterai atau ukuran layar.

iQOO Pad 5c Membawa Acuan Performa Lebih Tinggi

Di sisi lain, iQOO Pad 5c menunjukkan arah pengembangan tablet yang lebih premium pada model globalnya. Perangkat ini memakai Snapdragon 8s Gen 3 dan baterai berkapasitas 10.000 mAh.

iQOO juga membekali tablet tersebut dengan OriginOS 6 berbasis Android 16. Sistem ini membawa AI PPT Assistant serta PC-level WPS Office untuk mendukung pengolahan presentasi dan pekerjaan yang lebih mendekati pengalaman PC.

Perbandingan keduanya memperlihatkan dua pendekatan di pasar tablet modern. XPAD 20 menekan harga sambil membawa AI dan konektivitas, sedangkan iQOO Pad 5c mengedepankan tenaga pemrosesan serta perangkat lunak kerja yang lebih lengkap.

Persaingan Bergeser dari Multimedia ke Produktivitas

Kehadiran perangkat seperti Infinix XPAD 20 dan iQOO Pad 5c memperlihatkan bahwa tablet kini dituntut menangani lebih dari sekadar konsumsi konten. Produsen mulai memadukan hiburan, efisiensi daya, perangkat lunak kerja, dan fitur AI dalam satu perangkat.

Perubahan ini berlangsung ketika kebutuhan membuat, membaca, dan mengelola konten semakin besar. Tablet dengan layar lapang serta fitur bantu berbasis AI berpotensi menjadi pilihan bagi pengguna yang menginginkan perangkat produktivitas tanpa harus masuk ke kelas harga premium.

Terkait