Subaru menarik sekitar 541 ribu SUV di Amerika Serikat akibat kesalahan yang tidak melibatkan mesin, rem, maupun airbag. Pemicu kampanye Recall Subaru ini adalah stiker kendaraan dengan informasi batas beban gandar belakang yang tidak sesuai.
Kesalahan angka pada label dapat membuat pemilik keliru saat menghitung muatan penumpang dan barang. Bila kendaraan membawa beban melebihi kemampuan sebenarnya, komponen kaki-kaki berpotensi menerima tekanan berlebih dan risiko kecelakaan dapat meningkat.
Label yang dipermasalahkan memuat Gross Axle Weight Rating, yaitu batas maksimum beban yang dapat ditopang oleh gandar belakang. Informasi ini penting terutama ketika SUV digunakan untuk membawa banyak penumpang, barang, atau kombinasi keduanya.
Menurut laporan ridertua.com, National Highway Traffic Safety Administration atau NHTSA telah memperingatkan Subaru mengenai persoalan tersebut. Produsen Jepang itu kemudian menyiapkan langkah perbaikan bagi kendaraan yang masuk dalam kampanye penarikan.
Bukan Masalah Komponen Mekanis
Kasus ini menunjukkan bahwa recall kendaraan tidak selalu dipicu oleh kerusakan pada komponen besar. Informasi yang keliru pada sebuah stiker tetap dapat memengaruhi cara pemilik mengoperasikan kendaraan dalam kondisi membawa beban berat.
Belum ada laporan pemilik membawa muatan sampai melampaui batas akibat label yang salah tersebut. Namun, Subaru tetap menjalankan penarikan sebagai langkah pencegahan sebelum kesalahan informasi itu memicu kerusakan atau insiden di jalan.
Perbaikan yang disiapkan relatif sederhana karena Subaru tidak perlu mengganti komponen mekanis kendaraan. Dealer akan mengganti label lama dengan stiker baru yang memuat angka batas Beban Gandar Belakang secara benar.
Pemilik kendaraan terdampak dapat memperoleh penggantian stiker tanpa biaya di dealer. Subaru juga disebut akan mengirimkan stiker pengganti beserta panduan pemasangan, sehingga tidak semua pemilik harus datang langsung ke dealer.
Daftar Model yang Masuk Penarikan
Penarikan tersebut mencakup empat lini SUV Subaru dengan tahun produksi yang berbeda. Kehadiran model tahun 2026 dalam daftar memperlihatkan bahwa pemeriksaan juga penting dilakukan pada kendaraan yang masih tergolong baru.
| Model | Tahun Produksi | Masalah |
|---|---|---|
| Subaru Ascent | 2019-2026 | Stiker batas beban gandar belakang tidak sesuai |
| Subaru Crosstrek Hybrid | 2026 | Stiker batas beban gandar belakang tidak sesuai |
| Subaru Forester | 2025-2026 | Stiker batas beban gandar belakang tidak sesuai |
| Subaru Forester Hybrid | 2025-2026 | Stiker batas beban gandar belakang tidak sesuai |
Subaru Ascent menjadi model dengan rentang tahun produksi paling panjang dalam daftar tersebut, yakni 2019 hingga 2026. Sementara itu, Crosstrek Hybrid hanya disebut terdampak untuk model tahun 2026.
Forester dan Forester Hybrid masuk dalam daftar untuk tahun produksi 2025 hingga 2026. Artinya, pemilik Subaru Forester di Amerika Serikat perlu memastikan status kendaraannya agar informasi kapasitas muat yang digunakan tetap akurat.
Relevansi bagi Pasar Indonesia
Dari jajaran model yang terdampak di Amerika Serikat, Forester dan Crosstrek juga telah dipasarkan di Indonesia. Forester generasi terbaru disebut sudah hadir sejak tahun lalu, sedangkan Crosstrek masih mempertahankan generasi yang beredar saat ini.
Kedua SUV tersebut menjadi model andalan Subaru di pasar Indonesia. Forester bermain di segmen SUV, sementara Crosstrek menarik perhatian melalui desain sporty dan harga yang dinilai lebih terjangkau.
Subaru turut menjual mobil sport BRZ di Indonesia, tetapi lini SUV tetap menjadi tulang punggung penjualannya. Adapun Ascent belum dipasarkan di dalam negeri meski tersedia di Amerika Serikat.
Informasi penarikan di AS ini menegaskan pentingnya membaca label kapasitas kendaraan dengan cermat. Batas beban gandar belakang bukan sekadar angka teknis, karena data tersebut berkaitan langsung dengan penggunaan SUV secara aman saat membawa penumpang dan barang.







