Toyota kembali menunjukkan jarak yang masih lebar dengan para pesaingnya di pasar mobil Indonesia. Pada Juni, merek asal Jepang itu membukukan wholesales 22.809 unit dan retail 21.122 unit, sambil tetap memimpin pasar sepanjang semester pertama.
Di saat Toyota masih nyaman di puncak, BYD justru melesat cepat dan langsung masuk lima besar. Penjualan merek asal China itu pulih ke 5.264 unit dalam sebulan, setelah sebelumnya hanya berada di kisaran ratusan unit pada Mei.
Toyota, Daihatsu, dan Suzuki Masih Menguasai Papan Atas
Dominasi merek Jepang belum banyak berubah di tiga besar. Daihatsu menempati posisi kedua dengan 14.125 unit wholesales, sedangkan Suzuki berada di urutan ketiga dengan 6.057 unit.
Daihatsu disebut terbantu lini entry level dan Gran Max, sementara Suzuki ditopang Carry, Fronx, XL7, dan Grand Vitara. Selisih dengan Toyota masih cukup jauh, tetapi tiga merek ini tetap menjadi poros utama pasar mobil nasional.
| Merek | Wholesales | Catatan Penting |
|---|---|---|
| Toyota | 22.809 unit | Retail 21.122 unit, tetap memimpin pasar |
| Daihatsu | 14.125 unit | Terbantu lini entry level dan Gran Max |
| Suzuki | 6.057 unit | Ditopang Carry, Fronx, XL7, dan Grand Vitara |
BYD Langsung Tembus Lima Besar
Lonjakan BYD menjadi sorotan terbesar bulan lalu. Atto 1 kembali menjadi motor utama setelah sempat mencetak penjualan di bawah 30 unit, lalu ikut mendorong total penjualan merek itu naik tajam.
Model lain seperti M6 dan Sealion 7 juga ikut menyumbang, meski porsinya tidak sebesar Atto 1. Kembalinya volume BYD membuat peta persaingan di pasar listrik semakin sulit diabaikan.
Merek China Makin Menekan
Selain BYD, Jaecoo mencatat 3.050 unit dan Geely membukukan 2.011 unit. Honda berada di antara keduanya dengan 2.402 unit, sementara Mitsubishi mencatat 4.143 unit berkat Xpander series dan Pajero Sport.
Pergerakan ini menunjukkan tekanan dari merek China makin terasa di Indonesia. BYD disebut menguasai pasar mobil listrik dengan lini produk yang beragam, sementara Jaecoo dan Geely juga aktif meramaikan pasar BEV dan PHEV.
| Merek | Wholesales | Pendorong Penjualan |
|---|---|---|
| BYD | 5.264 unit | Atto 1, M6, Sealion 7 |
| Mitsubishi | 4.143 unit | Xpander series, Pajero Sport |
| Jaecoo | 3.050 unit | Tiga model saja |
| Honda | 2.402 unit | Data penopang tidak dirinci |
| Geely | 2.011 unit | Data penopang tidak dirinci |
Hybrid Jepang Masih Punya Panggung
Meski tekanan dari merek China makin besar, Toyota dan merek Jepang lain masih memimpin di jalur hybrid. Kijang Innova Zenix dan Veloz HEV menjadi andalan, disusul Alphard HEV di segmen MPV mewah.
Di sisi lain, penjualan Alphard HEV disebut terus kalah dari Denza D9. Kondisi itu memperlihatkan persaingan tidak hanya terjadi di mobil listrik murni, tetapi juga mulai merembet ke segmen elektrifikasi lain yang selama ini dianggap lebih aman bagi merek Jepang.







