Kasus Toyota Innova Hycross hybrid yang bermasalah setelah diisi bensin campuran etanol 20 persen atau E20 memicu perdebatan soal penyebab kerusakan. Pemiliknya, Manish Kashyap, menuding bahan bakar itu sebagai biang masalah, sementara Toyota menegaskan kendalanya berasal dari kontaminasi bahan bakar.
Mobil yang dipersoalkan itu tergolong masih baru. Innova Hycross milik Kashyap baru menempuh sekitar 12.000 kilometer, tetapi ia mengaku sudah mengeluarkan 40 lakh rupee atau sekitar Rp753,52 juta untuk mobil tersebut.
Gejala yang Muncul di Mobil
Dalam video yang diunggahnya, Kashyap menyebut mobil mengalami getaran mesin, knocking, hingga gejala mogok. Ia juga menampilkan sampel bahan bakar dari kendaraannya yang menurut dia menunjukkan kadar etanol abnormal dan adanya kontaminasi.
Kashyap bahkan mengklaim kadar etanol dalam bahan bakarnya mencapai 40 persen, jauh di atas kadar E20. Namun, klaim itu belum diverifikasi secara independen sehingga belum bisa dipastikan benar.
Perdebatan Soal Penyebab Kerusakan
Menurut penjelasan teknisi kepala bengkel dalam video yang dikutip Cartoq, pemilik tak mungkin menambahkan etanol sendiri. Karena itu, sumber etanol disebut hanya berasal dari pengisian di SPBU.
Di sisi lain, Cartoq menilai teori Kashyap bahwa etanol terus mengendap di tangki hingga naik dari 20 menjadi 40 persen tidak tepat secara teknis. Pada mobil modern, pompa bahan bakar bertekanan rendah berada di dasar tangki dan terus mengisap bensin serta etanol bersamaan saat mobil berjalan.
Meski begitu, fenomena phase separation tetap mungkin terjadi. Etanol bersifat higroskopis dan dapat menyerap air, sehingga bila air masuk ke bahan bakar atau kendaraan lama tidak dipakai, etanol dan air bisa terpisah lalu mengendap di dasar tangki.
Kondisi itu dapat membuat campuran lebih dulu terisap pompa dan memicu penurunan performa serta gangguan pada sistem bahan bakar. Karena itu, kontaminasi air dinilai lebih mungkin menjadi penyebab dibanding pasokan E20 dengan kadar etanol yang jauh lebih tinggi.
Keluhan Biaya dan Ancaman Hukum
Kashyap mengaku frustrasi karena menganggap kerusakan itu bukan kesalahannya. Ia menyebut komponen pajak dari harga mobilnya mencapai 18 lakh rupee atau sekitar Rp339,08 juta, dan ia membayar 5 lakh rupee atau sekitar Rp94,19 juta lebih mahal untuk memilih versi hybrid yang ia anggap ramah lingkungan.
Ia juga menyoroti garansi yang disebut diperpanjang hingga 2.000 kilometer. Dalam video yang sama, perwakilan bengkel mengindikasikan bahwa garansi tidak akan melindungi bila masalah dikategorikan sebagai kontaminasi bahan bakar.
Kashyap menuding Menteri Transportasi Jalan dan Jalan Raya India Nitin Gadkari atas peralihan ke E20. Ia menuntut konsumen tetap diberi opsi bensin reguler dan menyatakan siap menempuh jalur hukum.
Respons Toyota
Toyota menolak tudingan bahwa E20 menjadi penyebab kerusakan. Perusahaan menegaskan Innova Hycross hybrid kompatibel dengan E20 dan dirancang, diuji, serta disertifikasi untuk menggunakan bahan bakar tersebut.
Toyota menyebut hasil asesmen teknis menunjukkan masalah berasal dari kontaminasi bahan bakar. Perusahaan juga mengatakan tidak ada kerusakan pada komponen kendaraan maupun sistem bahan bakarnya.
Setelah itu, tangki dan saluran bahan bakar dikuras, dibersihkan menyeluruh, lalu diisi ulang dengan bahan bakar E20 standar. Toyota menyatakan mobil kembali normal dan diserahkan lagi kepada pelanggan.
Perusahaan juga mengimbau konsumen mengisi bahan bakar di SPBU resmi dan terpercaya. Langkah itu dinilai penting untuk meminimalkan risiko kontaminasi atau pengoplosan yang dapat berdampak buruk pada performa kendaraan.
| Pihak | Pandangan Utama | Alasan/Detail |
|---|---|---|
| Manish Kashyap | E20 dianggap penyebab masalah | Mobil disebut bergetar, knocking, dan sempat mogok |
| Toyota | Masalah berasal dari kontaminasi bahan bakar | Innova Hycross hybrid dinyatakan kompatibel dengan E20 |
Perdebatan ini membuat kasus Innova Hycross tersebut menjadi sorotan karena menyangkut mobil yang masih relatif baru, teknologi hybrid, dan isu bahan bakar E20 yang kini dipakai lebih luas. Toyota menegaskan kendaraan itu sudah kembali normal setelah pembersihan sistem bahan bakar dan pengisian ulang E20 standar.
