Astra Honda Motor memberi penyegaran pada Honda Monkey untuk pasar Indonesia lewat ubahan yang fokus pada tampilan. Mini bike legendaris ini tetap mempertahankan karakter aslinya, tetapi kini tampil lebih kuat dengan nuansa ikonik yang berbeda.
Perubahan paling mencolok ada pada tiga pilihan warna baru, yaitu banana yellow, millenium red, dan pearl cadet gray. Di saat yang sama, AHM juga menyematkan motif jok kotak-kotak baru yang mempertegas kesan klasik sekaligus playful.
Fokus ke Gaya, Bukan Mengubah Karakter
Marketing Director AHM, Octavianus Dwi, menyebut Honda Monkey bukan sekadar alat transportasi. Model ini diposisikan sebagai bagian dari gaya hidup bagi penggemar motor hobi yang ingin mengekspresikan karakter lewat kendaraan unik.
Penyegaran warna dan jok tersebut memang diarahkan untuk konsumen yang ingin tampil berbeda, fun, dan fashionable saat berkendara. AHM tidak mengubah formula dasar yang selama ini membuat Monkey punya identitas kuat di segmen premium hobby bike.
Desain khas yang sudah melekat sejak pertama kali diperkenalkan pada 1961 tetap dipertahankan. Siluet bodi kompak, tangki membulat, rangka sederhana, dan proporsi mini bike premium masih menjadi ciri utama motor ini.
Retro, Tetapi Tetap Relevan
Di balik tampilan klasiknya, Honda Monkey masih membawa sejumlah elemen modern. Panel instrumen digital bisa menampilkan informasi kecepatan, indikator bahan bakar enam bar, odometer, dan dua trip meter.
Seluruh sistem pencahayaan juga sudah memakai lampu LED. Kombinasi ini menjaga rasa retro tetap kuat, tetapi tetap relevan untuk kebutuhan berkendara masa kini.
| Varian Warna | Detail Baru | Karakter yang Ditonjolkan |
|---|---|---|
| Banana Yellow | Warna baru | Ikonik dan playful |
| Millenium Red | Warna baru | Lebih mencuri perhatian |
| Pearl Cadet Gray | Warna baru | Elegan dan berbeda |
Mesin Tetap Sama, Karakter Tetap Ringan
Di sektor performa, tidak ada perubahan teknis. Honda Monkey masih memakai mesin satu silinder 125 cc SOHC dua katup berpendingin udara dengan injeksi PGM-FI.
Mesin tersebut dipadukan dengan transmisi manual lima percepatan. Karakternya tetap ringan, responsif, dan menyenangkan untuk dipakai harian maupun city cruising.
Spesifikasi bore x stroke tercatat 50,0 x 63,1 mm dengan rasio kompresi 10,0:1. Setelan ini menjaga tenaga terasa halus sejak putaran bawah sekaligus mendukung efisiensi bahan bakar.
Kaki-Kaki Masih Mengusung Aura Petualang
Honda tetap mengandalkan upside down Showa di depan dan suspensi belakang ganda untuk Monkey. Kombinasi ini memberi keseimbangan antara kenyamanan dan nuansa sporty saat melewati berbagai kondisi jalan.
Ban semi dual purpose juga masih dipakai untuk memperkuat karakter motor hobi ini. Ukuran ban depan 120/80-12 dan ban belakang 130/80-12 membuat tampilannya tetap kompak sekaligus siap diajak bermain ringan.
Dengan seluruh penyegaran itu, Honda Monkey tetap menonjol sebagai motor premium yang mengandalkan desain ikonik dan pengalaman berkendara penuh gaya. Untuk pasar Indonesia, model ini dipasarkan dengan harga Rp88.094.000 on the road DKI Jakarta.
