Gubernur Federal Reserve wilayah San Francisco, Mary Daly, melihat inflasi Amerika Serikat mulai bergerak lebih lambat. Sinyal itu muncul saat The Fed masih mempertahankan kebijakan moneter yang ketat untuk menahan tekanan harga yang belum benar-benar hilang.
Pernyataan Daly memberi gambaran bahwa bank sentral AS belum merasa aman. Jika inflasi kembali sulit dikendalikan, The Fed membuka ruang untuk bergerak lebih agresif, meski pasar juga mulai melihat tanda perlambatan di sisi lain ekonomi.
Tekanan harga belum sepenuhnya reda
Lonjakan inflasi sebelumnya dipicu oleh tarif dagang dan kenaikan harga minyak mentah akibat ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran. Kombinasi keduanya sempat mendorong kekhawatiran pejabat bank sentral AS atas arah harga di dalam negeri.
Indikator inflasi utama The Fed tercatat naik 4,1% secara tahunan hingga Mei. Angka itu menjadi yang tertinggi sejak April 2023 dan masih jauh di atas target 2% yang selama ini dijaga bank sentral.
| Indikator | Nilai | Keterangan |
|---|---|---|
| Inflasi utama The Fed | 4,1% | Naik secara tahunan hingga Mei |
| Target inflasi | 2% | Target ideal bank sentral AS |
| Tertinggi sejak | April 2023 | Posisi inflasi terakhir yang setara lebih tinggi |
The Fed masih menahan diri, tapi tidak menutup opsi
Daly menyebut kebijakan moneter saat ini masih berada pada posisi “sedikit restriktif” agar inflasi terus turun. Ia juga menegaskan The Fed siap bertindak lebih keras bila harga-harga tetap bandel.
Sikap itu sejalan dengan pandangan internal di tubuh bank sentral yang masih melihat ruang pengetatan lanjutan. Sembilan dari 18 pembuat kebijakan memperkirakan suku bunga perlu dinaikkan setidaknya satu kali lagi pada tahun ini.
Pasar tenaga kerja ikut melemah
Di saat yang sama, data terbaru menunjukkan pasar tenaga kerja AS melemah signifikan sepanjang Juni. Penurunan terbesar terlihat di sektor pariwisata dan perhotelan, yang selama ini menjadi salah satu penopang lapangan kerja.
Kondisi itu membuat langkah The Fed semakin rumit. Bank sentral kini harus menimbang dua tekanan sekaligus, yaitu inflasi yang masih tinggi dan pasar tenaga kerja yang mulai kehilangan tenaga.
Modernisasi internal tetap berjalan
Meski fokus utama masih pada inflasi, Daly mengatakan The Fed tetap terbuka terhadap metode baru untuk menilai kondisi pasar. Ia menegaskan pembaruan cara kerja tidak akan menggeser mandat utama bank sentral.
Dalam pernyataannya, Daly menekankan bahwa institusinya ingin terus mempelajari dan memodernisasi proses internal. Tujuannya adalah bekerja lebih baik dari hari ini tanpa memindahkan target yang sudah ditetapkan.
Langkah itu beriringan dengan upaya Gubernur The Fed Kevin Warsh, yang baru menjabat pada Mei lalu. Warsh dilaporkan telah membentuk sejumlah tim tugas khusus untuk mengevaluasi operasional, proses pengambilan kebijakan, dan basis data ekonomi internal.
Di tengah ketidakpastian yang masih tinggi, arah kebijakan The Fed akan sangat bergantung pada data inflasi dan kondisi pasar tenaga kerja dalam beberapa waktu mendatang. Harga yang belum sepenuhnya jinak membuat bank sentral AS tetap bersiap menjaga tekanan lebih lama jika diperlukan.
