Timnas voli putra Indonesia melaju ke semifinal SEA V Cup 2026 tanpa kehilangan satu set pun pada fase grup. Catatan sempurna itu dipastikan setelah skuad Merah Putih menundukkan tuan rumah Filipina dengan skor 3-0.
Kemenangan tersebut menempatkan Indonesia sebagai wakil dari Pul A menuju empat besar. Vietnam sudah menanti dalam pertandingan semifinal yang dijadwalkan berlangsung besok.
Enam Set Beruntun untuk Indonesia
Indonesia mengawali perjalanan di Candon City Arena, Ilocos, dengan kemenangan 3-0 atas Kamboja pada Kamis (16/7/2026). Sehari kemudian, Farhan Halim dan rekan-rekannya kembali menang tiga set langsung saat menghadapi Filipina.
Hasil dari dua pertandingan itu membuat Indonesia menyapu bersih enam set di fase grup. Kelolosan ke semifinal pun diraih tanpa perlu menunggu hasil pertandingan lain.
| Lawan | Hasil | Skor Set |
|---|---|---|
| Kamboja | Menang 3-0 | 25-18, 25-18, 25-21 |
| Filipina | Menang 3-0 | 25-20, 25-23, 27-25 |
Laga melawan Filipina menjadi ujian yang lebih ketat, terutama pada set ketiga. Indonesia tetap mampu menutup pertandingan dengan kemenangan 27-25 setelah sebelumnya merebut dua set awal 25-20 dan 25-23.
Tim Utama Tekan Filipina Sejak Awal
Tim pelatih menurunkan susunan pemain utama pada set pertama untuk memberi tekanan sejak awal kepada tuan rumah. Strategi itu turut membantu Indonesia mengendalikan permainan pada fase pembuka pertandingan.
Asisten Pelatih Timnas Indonesia Nur Widayanto menilai pola serangan Filipina bisa dibaca dengan baik. Bola kedua atau bola sisa lawan yang cenderung tinggi memberi peluang lebih besar bagi blok Indonesia untuk mengantisipasi arah serangan.
“Pada set pertama kami memasang tim utama. Untuk mengantisipasi serangan Filipina tidak terlalu sulit karena bola sisa atau bola kedua mereka cenderung tinggi,” kata Nur dalam keterangan PBVSI.
Rotasi Menunjukkan Kedalaman Skuad
Indonesia tidak bergantung pada satu susunan pemain sepanjang pertandingan. Pada set kedua, Dio dan Rama Fazza masuk menggantikan Alfin Daniel serta Fauzan Nibras.
Tedi Oka dan Sigit Ardian juga mendapat kesempatan tampil saat menghadapi Filipina. Menurut Nur, pergantian pemain tersebut sudah disiapkan setelah tim pelatih mempelajari materi pemain lawan.
Rotasi itu dimungkinkan karena Indonesia memiliki kedalaman skuad yang dinilai memadai. Kualitas antara pemain utama dan pelapis disebut tidak memiliki perbedaan yang terlalu jauh.
Gumilar kemudian dimainkan pada set ketiga ketika Indonesia sempat tertinggal beberapa angka. Pada fase itu, penerimaan bola yang kurang sempurna membuat variasi serangan Indonesia ikut berkurang.
Servis dan Penerimaan Jadi Perhatian
Menjelang laga melawan Vietnam, tim pelatih menaruh perhatian pada kualitas servis Indonesia. Servis dari pemain yang menempati posisi outside hitter dan opposite diharapkan dapat lebih berani untuk mengganggu lawan membangun serangan.
Penerimaan bola juga menjadi fokus karena berkaitan langsung dengan variasi serangan yang bisa dijalankan tim. Nur menegaskan Indonesia ingin memperbaiki aspek tersebut sebelum menghadapi pertandingan penentuan menuju final.
“Hal itu juga akan kami imbangi dengan berusaha agar besok penerimaan bola kami lebih bagus,” tegas Nur. Perbaikan servis dan penerimaan akan menjadi bekal Indonesia saat menghadapi Vietnam di semifinal SEA V Cup 2026.
Source: sport.detik.com






