Cesc Fabregas Menolak 3 Klub Italia, Memilih Mengejar Liga Champions bersama Como

Cesc Fabregas memilih bertahan di Como 1907 meski setidaknya tiga klub telah menanyakan kemungkinan merekrutnya dalam beberapa bulan terakhir. Pelatih asal Spanyol itu disebut lebih memilih melanjutkan proyek besar di klub tersebut dengan target tampil di Liga Champions.

Keputusan itu menunjukkan besarnya keyakinan Fabregas terhadap arah perkembangan Como. Ia tidak hanya bekerja sebagai pelatih, tetapi juga memiliki posisi sebagai pemegang saham minoritas klub asal Italia tersebut.

Pendekatan Klub Tidak Mengubah Pilihan Fabregas

Presiden Como, Mirwan Suwarso, membenarkan adanya ketertarikan dari sejumlah klub kepada Fabregas. Dalam pernyataan yang dikutip La Stampa, Mirwan mengatakan seluruh pendekatan itu ditolak oleh sang pelatih.

"Beberapa klub sudah menanyakan soal dirinya, setidaknya tiga klub dalam beberapa bulan terakhir, namun ia menolaknya," ujar Mirwan. Salah satu klub yang disebut secara terbuka adalah Napoli.

Napoli sempat masuk dalam daftar peminat sebelum akhirnya menunjuk Massimiliano Allegri sebagai pelatih. Mirwan juga menyebut ada dua klub lain yang menghubungi Como, termasuk satu klub dari Italia yang identitasnya tidak diungkapkan.

Nama Fabregas memang beberapa kali muncul dalam pembicaraan mengenai kursi pelatih klub besar. Mantan pemain Arsenal dan Barcelona itu juga pernah dikaitkan dengan Chelsea serta sempat mendekati peluang menangani Inter Milan pada 2025.

Fabregas kemudian tetap melanjutkan pekerjaannya bersama Como ketika Inter mengambil arah lain. Nerazzurri disebut sukses bersama Cristian Chivu dengan meraih gelar Liga Italia dan Coppa Italia pada musim 2025-2026.

Como Memasang Target Lebih Tinggi

Keinginan Fabregas bertahan berkaitan dengan ambisi Como untuk menembus persaingan Liga Champions. Klub ingin memanfaatkan momentum pertumbuhan yang berlangsung sejak mereka masih bermain di Serie B.

Mirwan mengakui laju pencapaian Como berjalan lebih cepat daripada perencanaan awal. Klub sebelumnya berharap dapat membaik dari musim ke musim, tetapi tidak menyangka perkembangan itu bisa melaju sejauh ini.

"Kami ingin meraih hasil lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, namun kami tidak menyangka bisa melangkah sejauh ini," kata Mirwan. Menurutnya, kesempatan tampil di Liga Champions juga dapat membantu Como memperbaiki kondisi keuangannya.

IndikatorData SebelumnyaPerkembangan
Nilai pemain€60 jutaMenjadi €389 juta dalam dua musim
Pertumbuhan komersial300 persen setiap tahun

Data yang disampaikan Mirwan menggambarkan skala perubahan yang sedang dialami Como. Ia menyebut klubnya memiliki pertumbuhan nilai pemain tertinggi di Italia dalam dua musim terakhir.

"Secara komersial, kami tumbuh sebesar 300 persen setiap tahun," ujar Mirwan. Pertumbuhan tersebut menjadi modal bagi Como, yang masih dipandang sebagai pendatang baru dalam persaingan sepak bola Italia.

Target berikutnya adalah mempercepat perkembangan klub tanpa meninggalkan pendekatan berkelanjutan yang telah dibangun. Musim 2026-2027 akan menjadi ujian bagi Como untuk menjaga kesinambungan proyek sekaligus bersaing pada level yang lebih tinggi.

Bagi Como, mempertahankan Fabregas berarti mempertahankan figur yang terlibat langsung dalam identitas dan arah klub. Bagi Fabregas, pilihan menolak pendekatan klub lain membuka peluang untuk membawa proyek yang dibangunnya menuju panggung Liga Champions.

Source: bola.kompas.com
Terkait