Andy Burnham Siap Gantikan Starmer, Inggris Menuju PM Ketujuh dalam 10 Tahun

Inggris dijadwalkan kembali mengalami pergantian kepemimpinan pada Senin, 20 Juli 2026. Andy Burnham disebut akan menggantikan Keir Starmer sebagai perdana menteri, menjadikannya pemimpin pemerintahan ketujuh dalam rentang satu dekade.

Perubahan itu menarik perhatian karena Burnham baru empat pekan kembali menjadi anggota parlemen setelah sembilan tahun meninggalkan Westminster. Kembalinya tokoh berusia 56 tahun tersebut berlangsung cepat di tengah tekanan politik yang dihadapi Partai Buruh Inggris.

Menang Tanpa Lawan di Internal Partai

Burnham akan dikukuhkan sebagai pemimpin Partai Buruh sekaligus calon perdana menteri baru tanpa menghadapi pesaing dalam pemilihan ketua partai. Dukungan anggota parlemen menjadi faktor penting yang membuka jalannya menuju posisi puncak.

Menurut Viva.co.id, Burnham menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diterimanya. Posisi politiknya dikenal berasal dari faksi kiri moderat Partai Buruh, sebuah latar yang membentuk harapan sebagian anggota terhadap arah kepemimpinan baru.

Jalannya menuju pucuk partai juga memiliki cerita panjang. Sebelum kesempatan kali ini, Burnham dua kali maju dalam kontestasi kepemimpinan Partai Buruh, tetapi belum berhasil meraih kemenangan.

TahunKontestasiPemenang
2010Pemilihan pimpinan Partai BuruhEd Miliband
2015Pemilihan pimpinan Partai BuruhJeremy Corbyn

Kembali ke Westminster Setelah Sembilan Tahun

Burnham sebelumnya duduk sebagai anggota parlemen dari 2001 hingga 2017 dan pernah memegang jabatan menteri. Setelah meninggalkan Westminster, ia membangun basis politik baru lewat posisi Wali Kota Greater Manchester.

Di Greater Manchester, Burnham memenangi tiga pemilihan berturut-turut. Rekam jejak itu membuatnya mendapat julukan “Raja Utara” dan memperkuat profilnya sebagai figur politik dengan basis dukungan regional.

Selama memimpin Greater Manchester, ia dikenal dekat dengan masyarakat dan aktif menggunakan media sosial untuk menjangkau publik. Pengalaman tersebut membuat sejumlah anggota Partai Buruh berharap ia bisa membangun komunikasi yang lebih efektif dibandingkan Starmer.

Harapan terhadap Burnham tidak berhenti pada gaya komunikasi. Sebagian pihak di internal partai juga menginginkan pendekatan yang lebih berani untuk membenahi layanan publik serta mendorong pemulihan ekonomi.

Ekonomi, Energi, dan Migrasi Menjadi Ujian Awal

Jika penunjukan itu terlaksana, pemerintahan Burnham akan mewarisi tekanan ekonomi yang tidak ringan. Perlambatan ekonomi dan tingginya biaya pinjaman pemerintah disebut menjadi persoalan awal yang harus dihadapi.

Situasi tersebut dapat membatasi ruang pemerintah untuk membiayai layanan publik. Di saat yang sama, Burnham akan diuji dalam menjaga komitmen politiknya tanpa mengabaikan kebutuhan fiskal yang meningkat.

Isu migrasi ilegal juga diperkirakan tetap membayangi pemerintahan berikutnya. Meningkatnya kedatangan migran dengan perahu kecil turut mendorong naiknya dukungan terhadap Partai Reformasi.

Tekanan lain datang dari gejolak harga energi yang dikaitkan dengan perang antara Amerika Serikat dan Iran. Kenaikan atau ketidakstabilan harga energi berpotensi memperberat upaya pemerintah menjaga kondisi ekonomi dan layanan publik.

Janji Manifesto Akan Diuji

Setelah bertemu Raja Charles III untuk menerima mandat membentuk pemerintahan, Burnham berkomitmen menjalankan manifesto pemilu Partai Buruh 2024. Salah satu komitmen yang disebut adalah tidak menaikkan pajak-pajak utama di Inggris.

Janji tersebut menempatkan pemerintah baru pada posisi yang rumit. Burnham perlu menjaga manifesto Partai Buruh Inggris sambil menghadapi biaya pinjaman, tekanan harga energi, perlambatan ekonomi, dan persoalan migrasi.

Keberhasilan kepemimpinannya akan sangat bergantung pada kemampuan mengelola tekanan yang datang bersamaan itu. Pergantian dari Keir Starmer kepada Burnham pun berpotensi menjadi salah satu perubahan politik paling penting bagi Inggris dalam satu dekade terakhir.

Source: www.viva.co.id
Terkait