Indonesia Bergerak Cepat Selamatkan 9 WNI di GSF, Diplomasi Timur Tengah Diperketat

Indonesia bergerak cepat setelah sembilan warga negara Indonesia yang ikut dalam rombongan pelayaran kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza dilaporkan ditangkap Israel. Kementerian Luar Negeri bersama perwakilan RI di Timur Tengah langsung mengintensifkan koordinasi untuk memastikan kondisi mereka dan membuka jalan kepulangan secepatnya.

Situasi ini menarik perhatian publik karena di antara sembilan WNI itu terdapat tiga wartawan media nasional yang sedang menjalankan tugas jurnalistik. Pemerintah menegaskan seluruh jalur konsuler dan komunikasi dengan mitra kawasan terus dimaksimalkan di tengah perkembangan yang masih berlangsung.

Diplomasi diperketat di Timur Tengah

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyebut Indonesia telah meminta bantuan negara-negara yang warganya mengalami nasib serupa. Pemerintah juga menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri Yordania dan Turki untuk mengetahui kondisi terkini para WNI.

Sugiono mengatakan upaya itu dilakukan melalui koordinasi dengan perwakilan RI di Timur Tengah. Ia menegaskan keselamatan para WNI menjadi prioritas utama dalam penanganan kasus ini.

Tiga wartawan ikut dalam rombongan

Juru Bicara II Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela menyatakan sembilan WNI yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia dalam misi GSF 2.0 semuanya telah ditangkap Israel. Dari kelompok itu, tiga orang merupakan wartawan media nasional yang ikut menjalankan tugas jurnalistik.

Ketiganya adalah Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo. Kehadiran para jurnalis ini menambah sorotan publik terhadap misi kemanusiaan tersebut.

Desakan pembebasan dan jalur konsuler

Kemlu RI menegaskan jalur diplomatik dan langkah kekonsuleran terus dioptimalkan. Indonesia juga mendesak pemerintah Israel agar segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan.

Dalam pernyataannya, Sugiono mengapresiasi semangat para WNI dan relawan dunia yang ikut dalam GSF. Ia menilai partisipasi itu mencerminkan keinginan menciptakan situasi yang lebih baik bagi warga Palestina, khususnya di Gaza.

Rapat darurat di Jakarta

Sebagai respons cepat, Kemlu RI menggelar rapat koordinasi darurat bersama perwakilan RI di regional pada Rabu siang di Jakarta. Pertemuan itu dihadiri pejabat tinggi kementerian dan perwakilan keluarga korban untuk menyatukan langkah konsuler serta diplomatik.

Pemerintah kini menunggu perkembangan terbaru dari komunikasi yang sedang berlangsung dengan mitra regional. Di tengah upaya itu, perhatian utama tetap tertuju pada keselamatan sembilan WNI yang dibawa dalam misi pelayaran kemanusiaan tersebut.

Source: www.menpan.go.id
Terkait