Idul Adha Di Paris, Prabowo Penuhi Undangan Macron dan Bahas Alutsista Serta STEM

Author: Cung Media

Kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Paris yang bertepatan dengan Idul Adha menarik perhatian karena bukan sekadar agenda seremonial. Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa kehadiran Prabowo di Prancis merupakan bagian dari komitmen diplomatik Indonesia untuk memenuhi undangan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Undangan itu, menurut Sugiono, sudah disampaikan langsung oleh Macron saat menerima Prabowo di Paris pada April lalu. Jadwal kunjungan sempat diusulkan pada akhir Mei dan telah diajukan dua kali oleh pihak Prancis, sehingga Prabowo memilih memenuhinya pada pekan ini.

Hubungan yang makin intens

Kehadiran Prabowo di Paris juga dipahami sebagai balasan atas kunjungan kenegaraan Macron ke Indonesia sebelumnya. Pertemuan yang berulang antara kedua pemimpin menunjukkan bahwa relasi Jakarta dan Paris terus bergerak lebih dekat dalam sejumlah agenda strategis.

Intensitas komunikasi politik itu membuat Prancis tetap dipandang sebagai mitra penting Indonesia di Eropa. Kunjungan ini juga memperlihatkan bahwa hubungan kedua negara tidak berhenti pada seremoni diplomatik, tetapi masuk ke pembahasan yang lebih teknis dan konkret.

Alutsista dan STEM jadi fokus utama

Dalam pertemuan pada 14 April lalu, ada dua bidang yang menjadi perhatian utama dalam penguatan hubungan bilateral. Bidang pertama adalah industri pertahanan, khususnya tindak lanjut pengadaan alat-alat utama sistem senjata atau alutsista asal Prancis oleh Indonesia.

Bidang kedua adalah pendidikan STEM, yakni sains, teknologi, teknik, dan matematika. Pemerintah Indonesia mendorong kerja sama di sektor ini agar transfer teknologi bisa berjalan lebih kuat dan memberi dampak pada penguasaan teknologi alutsista yang dimiliki.

Rangkaian agenda yang terus berlanjut

Kunjungan pada Mei 2026 menambah daftar pertemuan penting antara Prabowo dan Macron di Prancis. Sebelumnya, Prabowo tercatat hadir dalam Bastille Day pada 14 Juli 2025, lalu melakukan kunjungan penguatan strategis pada 23 Januari 2026, serta bertemu dalam pertemuan tertutup pada 14 April 2026.

Rangkaian pertemuan itu memperlihatkan bahwa hubungan Indonesia dan Prancis dijaga lewat agenda yang berulang dan memiliki tujuan strategis. Di tengah momentum Idul Adha, kunjungan Prabowo ke Paris menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam kerja sama pertahanan, teknologi, dan pendidikan dengan salah satu mitra utamanya di Eropa.

Source: mediaindonesia.com
Terbaru