Hyundai Santa Fe EREV Siap Ubah Aturan Main SUV Listrik, Sekali Isi Bisa 960 Km

Author: Cung Media

Hyundai sedang menyiapkan Santa Fe EREV sebagai jawaban untuk pengemudi yang ingin rasa berkendara mobil listrik, tetapi tidak ingin dihantui jarak tempuh pendek. Model ini disebut akan meluncur secara global pada 2027 dan langsung menonjol karena janji jelajah yang jauh lebih panjang.

Di saat infrastruktur pengisian daya masih belum merata di banyak negara, pendekatan seperti ini terasa relevan. Hyundai SANTA FE EREV diposisikan sebagai SUV listrik yang tetap tenang dipakai perjalanan jauh tanpa terlalu sering mencari charger.

Hyundai menyiapkan jalur elektrifikasi yang lebih fleksibel

Sejumlah media otomotif internasional menyebut Hyundai tengah menyiapkan lima model elektrifikasi baru, dan Santa Fe EREV menjadi salah satu yang paling disorot. Model ini diproyeksikan sebagai EREV pertama dari pabrikan asal Korea Selatan tersebut.

Isu ini menguat setelah muncul indikasi pengembangan teknologi baru di fasilitas produksi Hyundai Metaplant di Georgia, Amerika Serikat. Beberapa unit prototipe Santa Fe berkamuflase tebal juga sudah terlihat menjalani pengujian jalan.

Hyundai sebelumnya pernah mengungkap rencana pengembangan kendaraan EREV dalam acara investor perusahaan. Saat itu, pabrikan menegaskan bahwa model tersebut akan menjadi bagian dari strategi transisi menuju elektrifikasi yang lebih fleksibel.

Desain prototipe mulai menunjukkan arah berbeda

Bukan hanya teknologi, Santa Fe EREV juga diperkirakan membawa penyegaran desain. Dari foto-foto prototipe yang beredar, terlihat perubahan pada bagian lampu depan dan belakang yang membedakannya dari Santa Fe versi saat ini.

Santa Fe generasi sekarang dikenal dengan lampu horizontal berbentuk kotak. Pada versi EREV, elemen pencahayaan vertikal justru tampak lebih menonjol dan memberi kesan modern serta futuristis.

Meski masih tertutup kamuflase, perbedaan itu menunjukkan Hyundai ingin memisahkan identitas model EREV dari varian konvensional maupun hybrid yang sudah ada. Langkah ini juga menegaskan bahwa kendaraan tersebut bukan sekadar turunan biasa dari Santa Fe yang selama ini dikenal pasar.

Jarak tempuh menjadi kartu truf utama

Daya tarik terbesar Hyundai SANTA FE EREV ada pada kemampuan jelajahnya. Hyundai dikabarkan menargetkan jarak tempuh hingga 600 mil atau sekitar 960 kilometer saat baterai dan tangki bahan bakar sama-sama terisi penuh.

Angka itu jauh melampaui rata-rata kendaraan listrik murni yang beredar saat ini. Bagi pengguna, ini berarti perjalanan antarkota bisa dijalani dengan lebih tenang tanpa harus terlalu sering berhenti untuk mengisi daya.

Teknologi seperti ini juga menjawab kekhawatiran banyak konsumen terhadap keterbatasan infrastruktur pengisian kendaraan listrik. Di banyak pasar, jarak tempuh panjang masih menjadi faktor penting sebelum orang beralih penuh ke mobil listrik.

Cara kerja EREV dan posisinya di pasar

EREV atau Extended-Range Electric Vehicle adalah kendaraan yang digerakkan sepenuhnya oleh motor listrik. Bedanya dengan mobil listrik murni, EREV masih membawa mesin bensin yang berfungsi sebagai generator untuk mengisi baterai.

Konsep ini menawarkan beberapa keunggulan, mulai dari akselerasi yang responsif, kabin yang lebih senyap, jarak tempuh lebih panjang, hingga berkurangnya kekhawatiran kehabisan daya di perjalanan. Karena itu, EREV dinilai cocok bagi konsumen yang ingin menikmati karakter mobil listrik tanpa bergantung penuh pada pengisian listrik.

Teknologi ini sebenarnya bukan hal baru. Chevrolet Volt sudah lebih dulu memperkenalkan konsep serupa, tetapi popularitasnya kembali naik setelah sejumlah pabrikan Tiongkok seperti BYD, Changan, Chery, Xpeng, dan Wuling merilis model EREV.

Peluang masuk Indonesia masih terbuka

Hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai kemungkinan Hyundai SANTA FE EREV dipasarkan di Indonesia. PT Hyundai Motors Indonesia juga belum memberikan informasi lebih lanjut soal rencana tersebut.

Meski begitu, peluangnya tetap terbuka karena pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia terus berkembang. Hyundai juga dikenal sebagai salah satu merek yang aktif menghadirkan teknologi ramah lingkungan di Tanah Air.

Jika akhirnya masuk pasar Indonesia, Santa Fe EREV berpotensi menarik minat konsumen yang menginginkan pengalaman berkendara mobil listrik tanpa harus sepenuhnya bergantung pada jaringan pengisian daya. Dengan jangkauan panjang dan pendekatan teknologi yang lebih fleksibel, model ini bisa menjadi salah satu SUV elektrifikasi yang paling relevan saat kebutuhan mobilitas terus berubah.

Source: moladin.com
Terbaru