Huajiang Canyon Bridge di pegunungan Guizhou, China, bukan hanya memecahkan rekor sebagai jembatan tertinggi di dunia. Struktur setinggi 625 meter di atas ngarai itu juga punya air terjun buatan di bagian tengahnya, sesuatu yang jarang ditemui pada proyek infrastruktur besar.
Keputusan itu bukan sekadar gimmick visual. Air yang ditemukan saat pengeboran di area kaki jembatan justru dimanfaatkan untuk kebutuhan sekitar, lalu sisanya dialirkan kembali lewat tengah jembatan sebagai air terjun buatan.
Rekor baru di atas ngarai Guizhou
Huajiang Canyon Bridge berdiri 2.051 kaki atau 625 meter di atas dasar ngarai dan membentang sepanjang 2.890 meter. Bentang utamanya mencapai 1.420 meter dan digantung di antara dua menara besar.
Dengan capaian itu, gelar jembatan tertinggi di dunia berpindah dari Duge Bridge, yang melintasi sungai yang sama sekitar 200 kilometer di hulu. Jalur yang dibawa jembatan ini, Liuzhi-Anlong Expressway, juga memperkuat konektivitas di Guizhou, provinsi yang lama dikenal terisolasi.
| Fakta Utama | Huajiang Canyon Bridge | Keterangan |
|---|---|---|
| Tinggi | 625 meter | 2.051 kaki di atas ngarai |
| Panjang total | 2.890 meter | Membentang dari ujung ke ujung |
| Bentang utama | 1.420 meter | Digantung di antara dua menara |
| Status | Jembatan tertinggi di dunia | Menggeser Duge Bridge |
Air tanah karst yang diubah jadi daya tarik
Menurut laporan Carscoops, saat pengeboran di kaki jembatan, para pekerja menemukan aliran air tanah karst yang umum di wilayah batu kapur seperti Guizhou. Alih-alih dibuang, air itu ditahan dalam reservoir berkapasitas 4.000 meter kubik.
Reservoir tersebut juga memasok area istirahat di sekitar jembatan dan mengairi lahan pertanian serta kebun buah di sisi Guanling. Sisa air kemudian dipompa ke bagian tengah jembatan dan dilepaskan sebagai tirai air yang jatuh ke bawah ngarai.
Air terjun buatan itu membentuk kabut selebar sekitar 300 meter dan jatuh lebih dari 606 meter menuju sungai di bawahnya. Setelah gelap, aliran itu disorot laser untuk menarik pengunjung, dan tekanan semprotan airnya bisa ditingkatkan hingga hampir 100 meter.
Dari akses cepat sampai tujuan wisata
Dampak praktis jembatan ini terasa langsung bagi warga setempat. Perjalanan melintasi ngarai yang sebelumnya memakan sekitar 70 menit kini bisa ditempuh dalam satu menit.
Di sisi lain, jembatan ini juga disiapkan sebagai tujuan wisata. Pengunjung bisa naik lift kaca ke kedai kopi di puncak salah satu menara, yang berada sekitar 800 meter di atas dasar lembah.
Fasilitas lain yang ikut tersedia mencakup bungee jumping dan paralayang. Kombinasi itu membuat jembatan ini bukan hanya jalur transportasi, tetapi juga destinasi dengan pengalaman berbeda di ketinggian ekstrem.
China masih dominan di daftar jembatan tertinggi
Posisi China dalam daftar jembatan tertinggi dunia memang sangat kuat. Dari 54 jembatan tertinggi di dunia, 50 berada di China, banyak di antaranya dibangun melintasi ngarai besar atau sungai lebar.
Sebelum Huajiang Canyon Bridge mengambil alih, rekor tertinggi sempat dipegang Royal Gorge Bridge di Colorado antara 1929 dan 2001. Setelah itu, Liuguanghe Bridge sempat naik, dan China terus memimpin kategori ini hingga sekarang.
