Hong Kong sedang menekan satu perubahan penting dalam ekosistem inovasinya: riset harus bergerak lebih dekat ke industri dan menghasilkan solusi yang bisa dipakai pasar. Di tengah dorongan itu, Hong Kong Applied Science and Technology Research Institute (ASTRI) menilai teknologi seperti AI dan material canggih perlu diarahkan sejak awal ke kebutuhan komersial.
Chief technology officer ASTRI, Huang Ying, mengatakan tantangan berikutnya bukan lagi sekadar menciptakan inovasi, melainkan mengubah hasil riset menjadi produk yang benar-benar laku. Dalam wawancara dengan China Daily, ia menilai Hong Kong sudah punya fondasi riset yang kuat, tetapi masih memiliki ruang besar untuk memanen nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Industri Jadi Kunci agar Riset Tidak Mandek
Huang melihat rantai industri teknologi tinggi Hong Kong masih berkembang, terutama pada sektor semikonduktor dan manufaktur canggih. Karena itu, kolaborasi dengan pelaku industri dinilai penting agar inovasi lokal bisa naik skala dan tidak berhenti sebagai prototipe.
Ia juga mendorong para ilmuwan untuk memasukkan pertimbangan komersial sejak tahap awal perancangan proyek. Lembaga pendanaan riset publik, termasuk ASTRI, menurutnya perlu menekankan solusi yang memang dirancang untuk kebutuhan real customers.
| Area Teknologi | Arah Pemanfaatan | Catatan |
|---|---|---|
| AI | Disesuaikan dengan kebutuhan industri | Salah satu bidang yang dinilai relevan bagi pasar |
| Material canggih | Mendukung solusi industri dan pengembangan produk | Masuk dalam fokus ASTRI |
| Semikonduktor | Memperkuat rantai industri teknologi tinggi | Masih punya ruang pertumbuhan di Hong Kong |
| Manufaktur canggih | Mendorong skala penerapan inovasi lokal | Butuh kemitraan industri yang lebih kuat |
Uji Lokal Disebut Lebih Efektif untuk Menembus Pasar
Dalam transfer teknologi, Huang menyebut pola government-backed, local pilots sebagai salah satu mekanisme paling efektif untuk menguji produk sebelum diluncurkan secara komersial. Skema ini memberi ruang bagi tim untuk menyempurnakan teknologi secara bertahap sambil memastikan produk lebih siap menghadapi pasar.
Hong Kong juga punya keunggulan geografis dan bisnis yang jarang dimiliki banyak kota lain, yaitu berada di persimpangan pasar lokal, daratan China, dan global. Posisi itu membuat pengembang teknologi perlu memahami cara kerja berbagai kawasan dan menyesuaikan produk agar cocok dipakai lintas konteks budaya serta regulasi.
LEAP East 2026 Menjadi Ajang Pembuktian
Dalam konteks tersebut, Huang menyoroti pameran teknologi tiga hari LEAP East 2026 sebagai contoh peran Hong Kong sebagai superconnector. Ajang yang digelar di Hong Kong Convention and Exhibition Centre itu disebut sebagai ekspansi pertama platform teknologi global dari Timur Tengah ke kawasan Asia-Pasifik.
ASTRI ikut membawa teknologi di bidang energi terbarukan, mobilitas cerdas, konstruksi berkelanjutan, dan inovasi hijau ke area pameran. Menurut Huang, keikutsertaan itu tidak hanya untuk tampil, tetapi juga untuk memperkuat hubungan dengan pasar dan komunitas riset Timur Tengah.
Selama hari pembukaan, ASTRI disebut mengadakan pembicaraan produktif dengan beberapa lembaga riset berbasis Timur Tengah. Dari pertemuan itu, Huang mengatakan AI, TIK, solusi hijau dan rendah karbon, serta material baterai dan penyimpanan energi canggih menjadi bidang yang paling sejalan dengan kebutuhan pasar di kawasan tersebut.
| Bidang yang Disorot | Konteks Kebutuhan | Alasan Relevan |
|---|---|---|
| AI | Solusi digital untuk pengembangan ekonomi | Selaras dengan kebutuhan pasar Timur Tengah |
| TIK | Penguatan infrastruktur dan layanan teknologi | Masuk dalam area minat lembaga riset setempat |
| Solusi hijau dan rendah karbon | Dukung target keberlanjutan | Relevan dengan strategi pertumbuhan masa depan |
| Material baterai dan penyimpanan energi canggih | Menopang transisi energi | Dipandang punya peluang pasar yang terbuka |
Huang menambahkan bahwa banyak negara Timur Tengah sedang berupaya mengurangi ketergantungan pada minyak dan gas, mendiversifikasi ekonomi, serta memasukkan target keberlanjutan ke dalam strategi pertumbuhan. Kondisi itu membuat kebutuhan terhadap teknologi baru semakin terbuka, terutama untuk solusi yang bisa dipakai lintas sektor.
Hong Kong Diposisikan sebagai Penghubung Dua Arah
Huang menilai Hong Kong memiliki modal penting untuk membangun arus dua arah yang bernilai tambah. Dengan kemampuan riset dan pengembangan lokal, sistem standar hukum dan industri yang selaras secara global, serta akses yang dekat ke daratan China, kota ini bisa menyalurkan inovasi dari mainland ke luar sekaligus menarik keahlian internasional masuk.
Dalam pandangan ASTRI, model seperti itu dapat menghasilkan produk yang lebih terintegrasi dan relevan bagi pasar dunia. Arah yang dikejar Hong Kong bukan hanya memperbanyak riset, tetapi memastikan teknologi yang lahir benar-benar menemukan pengguna, pasar, dan skala yang tepat.
Source: www.chinadailyasia.com






