Honda CB400 Super Four kembali menawarkan hal yang semakin jarang ditemui di kelasnya, yaitu mesin empat silinder segaris 400 cc dengan tampilan naked bike klasik. Namun, generasi baru ini tidak hanya mengandalkan suara mesin dan desain ikonik karena Honda menambahkan teknologi E-Clutch.
Sistem tersebut memungkinkan pengendara melakukan perpindahan gigi tanpa perlu menarik tuas kopling dalam kondisi tertentu. Pendekatan ini membuat CB400 Super Four tetap mempertahankan sensasi transmisi manual, tetapi dengan kemudahan yang lebih relevan untuk lalu lintas perkotaan dan perjalanan jauh.
Untuk pasar Jepang, Honda menjadwalkan penjualan CB400 Super Four E-Clutch mulai Agustus 2026. Motor ini disebut akan dibanderol sekitar 998.800 yen, sekaligus menandai kembalinya nama yang lekat dengan penggemar motor empat silinder berkapasitas menengah.
E-Clutch Menjadi Pembaruan Paling Menonjol
Kehadiran Honda E-Clutch menjadi elemen penting karena teknologi ini mengubah cara pengendara berinteraksi dengan transmisi tanpa menghilangkan karakter mekanis motor. Tuas kopling tetap tersedia, sementara sistem elektronik memberi bantuan saat kondisi berkendara memungkinkan perpindahan gigi tanpa tarikan tuas.
Menurut Banjarnegara Pikiran-Rakyat, E-Clutch dirancang untuk menambah kenyamanan penggunaan harian serta perjalanan jarak jauh. Fitur tersebut memberi alternatif bagi pengendara yang ingin menikmati perpindahan gigi dengan lebih praktis tanpa beralih ke karakter motor otomatis.
Mesin empat silinder segaris 400 cc tetap menjadi pusat daya tarik CB400 Super Four. Konfigurasi ini dikenal memiliki putaran yang halus dan menghasilkan karakter suara khas yang membedakannya dari motor dua silinder di kelas sejenis.
Honda mempertahankan konfigurasi mesin tersebut ketika banyak motor modern memilih pendekatan mesin yang berbeda. Keputusan itu menjaga identitas CB400 Super Four sebagai naked bike yang menawarkan pengalaman berkendara klasik dengan respons mesin empat silinder.
Wujud Retro Tidak Ditinggalkan
Dari sisi desain, CB400 Super Four masih membawa proporsi bodi sederhana yang mudah dikenali. Tangki berotot dan lampu depan bulat tetap dipertahankan untuk menjaga siluet klasik yang selama ini menjadi ciri model tersebut.
Honda tidak mengubahnya menjadi naked bike dengan bentuk futuristis sepenuhnya. Pembaruan justru diarahkan ke komponen yang berhubungan dengan pencahayaan, informasi berkendara, konektivitas, serta pengendalian.
Lampu LED penuh kini digunakan untuk mendukung sistem pencahayaan motor. Sementara itu, instrumen analog digantikan layar TFT berwarna 5 inci yang menyajikan informasi kendaraan secara lebih lengkap dan mudah dibaca.
| Aspek | Perlengkapan CB400 Super Four |
|---|---|
| Pencahayaan | Lampu LED penuh |
| Panel instrumen | Layar TFT warna 5 inci |
| Konektivitas | Honda RoadSync |
| Transmisi | Honda E-Clutch |
| Pengendalian | Suspensi USD, rem radial, traction control, dan mode berkendara |
Konektivitas dan Perangkat Kendali
CB400 Super Four juga dibekali Honda RoadSync untuk menghubungkan ponsel pintar dengan motor. Sistem ini mendukung akses navigasi, penerimaan panggilan telepon, dan pengendalian musik tanpa pengendara perlu mengalihkan fokus dari perjalanan.
Di bagian depan, Honda memasang suspensi upside-down atau USD untuk mendukung pengendalian. Sistem pengereman turut memakai kaliper radial Nissin sebagai salah satu perangkat penting pada sektor kaki-kaki.
Perlengkapan elektronik lain mencakup traction control dan beberapa mode berkendara. Pengendara dapat menyesuaikan mode tersebut dengan kebutuhan, sementara traction control ditujukan untuk membantu menjaga stabilitas di beragam kondisi jalan.
Perpaduan desain retro, mesin empat silinder, layar TFT, konektivitas, dan E-Clutch menempatkan CB400 Super Four di jalur yang berbeda dari naked bike modern biasa. Model ini tetap membawa identitas lamanya, tetapi mencoba menjawab kebutuhan pengendara yang menginginkan fitur berkendara lebih lengkap.
