Monas Sore Ini Ditata Ulang, Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi Siap Digelar

Plaza Selatan Monumen Nasional atau Monas akan menjadi pusat perhatian sore ini saat Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi digelar mulai pukul 17.30 hingga 22.00 WIB. Acara ini masuk dalam rangkaian peringatan HUT ke-499 Kota Jakarta dan diposisikan sebagai doa bersama sekaligus penghormatan bagi ulama dan habaib Betawi.

Kehadiran pejabat daerah, tokoh agama, hingga masyarakat dari berbagai wilayah Jakarta membuat agenda ini tidak sekadar seremoni. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyiapkan penataan lalu lintas di sekitar kawasan Monas agar kegiatan tetap berjalan lancar tanpa mengganggu mobilitas warga.

Doa bersama dalam tema harmoni keagamaan

Haul Akbar ini mengusung tema “Memperkuat Harmoni Keagamaan di Tengah Keberagaman, Transformasi Jakarta Menuju Kota Global”. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Gubernur Rano Karno, para wali kota dan bupati administrasi, tokoh agama, habaib, ulama, serta masyarakat dijadwalkan hadir.

Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, menyebut agenda ini sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi ulama dan habaib Betawi bagi perjalanan Jakarta. Menurut dia, mereka punya peran penting dalam membangun peradaban masyarakat ibu kota.

Chico juga menegaskan bahwa Pemprov DKI ingin mendoakan sekaligus menghormati jasa para ulama dan habaib yang telah menjadi teladan dalam pendidikan, dakwah, dan pengabdian sosial. Agenda ini disebut sejalan dengan upaya melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam proses transformasi Jakarta.

Transformasi Jakarta tetap dijaga dengan akar budaya

Jakarta memang sedang bergerak menuju kota global, tetapi perubahan itu disebut harus tetap berpijak pada sejarah, budaya, dan nilai-nilai religius yang lama menjadi fondasi kehidupan masyarakat. Karena itu, Pemprov DKI terus membangun kolaborasi dengan berbagai kalangan, termasuk ulama, habaib, ustaz, dan ustazah.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjaga harmoni sosial sekaligus mendukung kemajuan kota secara berimbang. Dalam konteks itulah, Haul Akbar di Monas menjadi bagian dari upaya merawat identitas Jakarta di tengah agenda transformasi yang lebih besar.

Rekayasa lalu lintas dan kantong parkir disiapkan

Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional selama kegiatan berlangsung. Pengaturan diterapkan di Jalan Medan Merdeka Selatan sisi utara, dengan arus dari barat atau Tanah Abang maupun utara atau Kota menuju timur atau Senen.

Sejumlah jalur alternatif disiapkan bagi pengguna jalan yang melintas di sekitar kawasan tersebut. Rute yang disebutkan antara lain dari Harmoni menuju Bundaran HI, Harmoni menuju Tugu Tani, Harmoni menuju Stasiun Gambir, Bundaran HI menuju Harmoni, Bundaran HI menuju Senen, Tanah Abang menuju Tugu Tani, Tugu Tani menuju Tanah Abang, serta Kramat Salemba menuju Tanah Abang.

Untuk kendaraan pribadi, masyarakat dapat memanfaatkan kantong parkir di sekitar Monas. Lokasinya meliputi Pelataran Parkir IRTI Monas, Stasiun Gambir, Lemhannas, Perpustakaan Nasional, Gedung Telkom STO Gambir, Kementerian BUMN, Menara Danareksa, dan Gedung Indosat.

Dishub DKI juga mengimbau masyarakat menggunakan transportasi umum menuju lokasi acara. Layanan Transjakarta yang dapat digunakan mencakup Koridor 1 Blok M–Kota, rute 1A Pantai Maju–Balai Kota, 1P Senen–Blok M, Koridor 2 Pulo Gadung–Monumen Nasional, 2A Pulo Gadung–Rawa Buaya, Koridor 3 Kalideres–Monumen Nasional via Veteran, 5C Cililitan–Juanda, 6A Ragunan–Balai Kota via Kuningan, 6B Ragunan–Balai Kota via Semanggi, 7F Kampung Rambutan–Juanda, dan 14A Monas–Jakarta International Stadium atau JIS.

Dengan rekayasa lalu lintas, kantong parkir, dan akses transportasi publik yang sudah disiapkan, kawasan Monas diproyeksikan tetap bisa diakses masyarakat selama Haul Akbar berlangsung. Pengunjung hanya perlu menyesuaikan perjalanan dengan kondisi di lapangan karena pengaturan diterapkan secara situasional.

Source: www.medcom.id

Terkait