Harga Tiket Melonjak, Kursi Kosong Warnai Duel Korea Selatan Vs Ceko

Author: Cung Media

Kursi kosong mewarnai laga Grup A Piala Dunia 2026 antara Korea Selatan dan Republik Ceko di Guadalajara, Meksiko. Salah satu dugaan terkuat yang muncul adalah harga tiket yang dianggap terlalu mahal oleh sebagian calon penonton.

Pada awal pertandingan, beberapa area tribun belum terisi penuh. Situasi itu langsung memunculkan pertanyaan soal efektivitas kebijakan penjualan tiket FIFA di turnamen yang biasanya menyedot perhatian besar dari suporter sepak bola dunia.

Harga tiket yang terus naik membuat minat turun

Dikutip dari The Guardian, Joe Harden, penggemar asal Irlandia yang tinggal di Korea Selatan, mengaku sempat mempertimbangkan membeli tiket laga tersebut. Saat mengecek, ia menemukan harga tiket berada di kisaran 250 euro atau sekitar Rp 4,7 juta.

Beberapa hari menjelang pertandingan, harga itu justru naik menjadi sekitar 300 euro atau setara Rp 5,7 juta. Kenaikan tersebut membuat minat Harden untuk datang ke stadion ikut menurun.

“Sebagai orang Irlandia yang tinggal di Korea, saya sempat berpikir membeli tiket pertandingan ini. Saat itu harganya sekitar 250 euro. Minggu lalu saya cek lagi dan masih banyak tiket tersedia, tetapi harganya naik menjadi lebih dari 300 euro,” ujarnya.

Dugaan tiket diborong untuk dijual kembali

Harden juga menduga ada pihak yang membeli tiket dalam jumlah besar untuk mencari keuntungan dari penjualan ulang. Namun, ia menilai banyak tiket itu pada akhirnya tidak digunakan, sehingga kursi yang seharusnya terisi justru kosong saat laga dimulai.

Kursi-kursi tersebut baru perlahan terisi mendekati waktu kick-off. Setelah itu, suporter lokal Meksiko ikut membantu menghidupkan atmosfer pertandingan saat laga berjalan.

Tekanan pada kebijakan harga FIFA

Fenomena kursi kosong di laga Korea Selatan kontra Republik Ceko menambah sorotan terhadap kebijakan harga tiket Piala Dunia 2026. Sebelumnya, sejumlah pertandingan lain juga menuai kritik karena tarif masuk dianggap terlalu tinggi bagi sebagian suporter.

Isu ini bahkan menarik perhatian aparat penegak hukum di Amerika Serikat. Jaksa agung dari beberapa negara bagian, termasuk New York, New Jersey, Texas, dan California, menyatakan akan meninjau kebijakan distribusi tiket FIFA setelah muncul keluhan soal harga dan lokasi tempat duduk.

Di sisi lain, FIFA tetap membela sistem penjualannya. Federasi sepak bola dunia itu menegaskan harga tiket masih sebanding dengan ajang olahraga internasional bergengsi lainnya.

Atmosfer sempat sepi, lalu berangsur hidup

Meski tribun sempat terlihat lengang di awal, suasana stadion membaik ketika jumlah penonton bertambah. Kehadiran pendukung tuan rumah membuat pertandingan tetap berjalan dengan atmosfer yang lebih ramai.

Kasus ini menunjukkan bahwa harga tiket masih menjadi faktor penting yang menentukan hadir atau tidaknya penonton, bahkan di ajang sebesar Piala Dunia 2026.

Source: www.beritasatu.com
Terbaru