Harga Kambing Di Malang Naik 40 Persen, Blantik Luar Daerah Berebut Jelang Idul Adha 2026

Menjelang Idul Adha 2026, pasar hewan di Kabupaten Malang bergerak cepat dan harga kambing ikut terkerek. Di Pasar Hewan Kecamatan Gondanglegi, lonjakan permintaan datang dari pembeli lokal sekaligus blantik luar daerah yang berburu stok untuk dijual kembali.

Kondisi itu membuat suasana pasar kian padat di tengah sisa waktu sekitar 23 hari menuju Idul Adha yang jatuh pada 27 Mei 2026. Pedagang melihat transaksi naik tajam, terutama pada kambing, sementara sapi juga ikut terdorong seiring mendekatnya hari raya kurban.

Permintaan datang dari berbagai daerah

Kenaikan paling terasa terjadi pada komoditas kambing karena pembelinya datang dari banyak arah. Selain warga setempat, pedagang besar atau blantik juga aktif membeli, termasuk dari Jawa Tengah.

Hendrik Kurniawan, peternak kambing asal Kecamatan Dampit, mengatakan situasi pasar sudah berubah dibanding hari biasa. Ia menyebut penjualan yang dulu hanya satu atau dua ekor, bahkan kadang tidak laku, kini bisa mencapai lima kambing dalam sehari.

Menurut Hendrik, kenaikan penjualan saat ini berada pada kisaran 30 hingga 40 persen dibanding periode normal. Ia juga melihat kehadiran blantik cukup tinggi, meski jumlah pembeli di tiap pasar bisa berbeda tergantung kondisi setempat.

Harga rata-rata ikut naik

Permintaan yang menguat langsung mendorong harga kambing di pasaran. Sebelum Idul Fitri lalu, harga rata-rata satu ekor kambing berada di Rp2 juta, sedangkan saat ini sudah naik ke kisaran Rp2,3 juta.

Harga akhir tetap bergantung pada ukuran fisik dan kondisi kesehatan hewan. Untuk kebutuhan kurban, pembeli juga cenderung mencari kambing jantan yang sudah poel atau cukup umur.

Tren penjualan diperkirakan masih terus menguat hingga 10 hari menjelang Idul Adha. Para pedagang belum bisa memastikan apakah capaian tahun ini akan melampaui statistik tahun sebelumnya, tetapi arah pasar sejauh ini menunjukkan penguatan yang konsisten.

Sapi ikut ramai diburu

Kenaikan transaksi tidak hanya terlihat pada kambing. Komoditas sapi juga mengalami peningkatan penjualan seiring meningkatnya kebutuhan hewan kurban.

Pasar Hewan Gondanglegi pun tampak makin padat karena jadwal operasionalnya mengikuti penanggalan Jawa, yakni pada pasaran Pon dan Legi. Pola itu membuat aktivitas pasar tetap ramai saat permintaan hewan kurban mulai menguat.

Kesehatan hewan jadi perhatian

Di tengah perdagangan yang makin hidup, kondisi kesehatan hewan menjadi perhatian utama. Sejauh ini, pasar hewan dilaporkan masih aman dari ancaman Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK.

Hendrik menyebut belum ada kasus di pasar, meski kondisi peternakan warga di luar pasar belum bisa dipastikan seluruhnya. Situasi ini membuat pembeli dan pedagang tetap berhati-hati saat memilih ternak kurban.

Pengawasan diperketat menjelang puncak permintaan

Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan menyiapkan pengawasan ketat di pasar dan lapak penjualan musiman. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas hewan kurban yang beredar di masyarakat.

Plt Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Lusia Endah Sukesi, mengatakan tim akan dibagi agar pengawasan merata dan luas. Petugas dijadwalkan turun ke lapangan sejak dua pekan sebelum hari raya hingga H-3 Idul Adha.

Pemeriksaan kesehatan berkala akan dilakukan untuk memastikan hewan yang dijual layak dan aman dikonsumsi. Dengan pasar yang makin ramai dan permintaan yang terus naik, pengawasan menjadi bagian penting agar transaksi hewan kurban di Kabupaten Malang tetap berjalan tertib.

Terkait