Dimulainya pembangunan proyek LNG Abadi Blok Masela membuka harapan besar bagi warga Kepulauan Tanimbar. Di tengah nilai investasi yang mencapai sekitar Rp300 triliun, warga menunggu perubahan yang paling dekat dengan kehidupan mereka, terutama pekerjaan dan biaya hidup yang lebih terjangkau.
Bagi masyarakat di Pulau Yamdena dan wilayah sekitarnya, proyek gas raksasa ini bukan semata soal produksi energi nasional. Mereka berharap perputaran uang dari proyek dapat menjangkau pasar, pelabuhan, usaha kecil, hingga rumah-rumah warga.
Harapan dari Proyek Bernilai Rp300 Triliun
Proyek LNG Abadi dikembangkan di perairan sekitar Tanimbar, Laut Arafura, dengan tujuan memperkuat ketahanan energi Indonesia serta mendorong hilirisasi gas. Proyek ini juga diproyeksikan menjadi salah satu penggerak ekonomi baru di kawasan Indonesia Timur.
Peletakan batu pertama di Desa Lermatang menjadi penanda penting setelah pengembangan lapangan gas Masela melewati penantian panjang. Warga menyambut momentum itu dengan busana dan nyanyian adat Tanimbar, mencerminkan harapan bahwa pembangunan besar tersebut tidak hanya berlangsung di laut.
| Komponen | Rincian |
|---|---|
| Nilai investasi | Sekitar 20,9 miliar dollar AS atau setara Rp300 triliun |
| Target produksi LNG | 9,5 juta ton per tahun |
| Potensi tenaga kerja konstruksi | Hingga 12.000 lapangan kerja |
| Proyeksi pekerja dari Maluku dan Tanimbar | Sekitar 30 persen |
Lapangan gas Masela ditemukan pada 2000 dan pengembangannya mengalami sejumlah perubahan, mulai dari konsep proyek hingga pergantian investor. Setelah hampir 28 tahun menjadi pembicaraan, proyek ini kini memasuki tahap yang dinilai lebih nyata bagi masyarakat sekitar.
Pekerja Lokal Jadi Sorotan Utama
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan warga Tanimbar dan Maluku Barat Daya akan diprioritaskan dalam perekrutan tenaga kerja. Penekanan itu penting karena kebutuhan pekerjaan menjadi salah satu harapan terbesar warga ketika investasi skala besar masuk ke daerah.
“Untuk ini kita akan juga prioritaskan warga Tanimbar dan Maluku Barat Daya untuk jadi pekerja di sini. Saya utamakan tier 1 dulu,” kata Bahlil saat peletakan batu pertama proyek tersebut.
Selain tenaga kerja, ruang bagi pengusaha lokal juga menjadi perhatian pemerintah. Bahlil meminta pekerjaan yang tersedia di kawasan proyek dapat memberi kesempatan kepada pelaku usaha setempat, tetapi tetap dijalankan secara profesional tanpa kolusi, korupsi, dan nepotisme.
Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa manfaat investasi tidak boleh hanya berhenti pada investor maupun penerimaan negara. Menurutnya, masyarakat di sekitar proyek harus merasakan dampak ekonomi yang positif.
“Rakyat harus makmur. Ekonomi untuk rakyat, bukan rakyat untuk ekonomi. Masyarakat sekitar harus terdampak positif,” kata Prabowo saat meresmikan peletakan batu pertama secara virtual.
Ekonomi Warga Masih Bertumpu pada Laut dan Kebun
Selama ini, kehidupan banyak warga Kepulauan Tanimbar bertumpu pada hasil laut dan kebun. Nelayan mencari ikan, lobster, serta teripang, sementara sebagian warga mengolah kelapa menjadi kopra, menanam sagu, dan mengembangkan hortikultura.
Aktivitas ekonomi harian terlihat di Pasar Ngirmase, Saumlaki, tempat hasil laut dan bahan pangan lokal diperdagangkan. Singkong, pisang, ubi, cabai, bawang, dan tomat menjadi kebutuhan yang rutin dijual, termasuk dalam porsi kecil seharga Rp5.000 hingga Rp10.000.
Namun, biaya distribusi masih menjadi tantangan bagi warga kepulauan. Sejumlah kebutuhan pokok harus didatangkan dari Ambon dan wilayah lain, sehingga harga barang relatif lebih tinggi dibandingkan di kota besar.
Kondisi tersebut membuat harapan terhadap LNG Abadi tidak berhenti pada angka investasi dan target produksi. Warga menanti jalan yang lebih baik, pelabuhan yang lebih aktif, peluang usaha yang tumbuh, serta daya beli yang dapat meningkat.
CEO INPEX Takayuki Ueda menyatakan perusahaan memandang proyek ini sebagai kemitraan jangka panjang dengan Indonesia. Ia menyebut perusahaan hadir untuk membangun dalam waktu lama, bahkan hingga 50 tahun.
Bagi generasi muda Tanimbar, kesempatan kerja dari Blok Masela dapat menjadi alasan untuk tidak selalu merantau demi mencari masa depan. Ukuran keberhasilan proyek ini pada akhirnya akan terlihat dari seberapa jauh manfaatnya benar-benar hadir dalam kehidupan warga setempat.
Source: money.kompas.com






