Yamaha XSR155 vs Kawasaki W175 Street, Harga Dekat tetapi Rasa Berkendaranya Berbeda

Selisih harga Yamaha XSR155 dan Kawasaki W175 Street di Jakarta tidak sampai Rp 1,4 juta, tetapi karakter keduanya mengarah ke dua kebutuhan yang berbeda. XSR155 membawa paket performa modern, sedangkan W175 Street menawarkan pengalaman retro yang lebih sederhana dan santai.

Yamaha XSR155 dipasarkan mulai Rp 40.265.000 OTR Jakarta, sementara Kawasaki W175 Street ABS 2026 dibanderol Rp 38.900.000 OTR Jakarta. Kedekatan harga ini membuat calon pembeli perlu melihat gaya berkendara yang dicari, bukan hanya desain lampu bulat atau siluet klasiknya.

Performa XSR155 Lebih Tinggi

Yamaha XSR155 memakai mesin satu silinder 155cc SOHC empat klep dengan pendingin cairan dan teknologi Variable Valve Actuation atau VVA. Mesin tersebut menghasilkan tenaga 18,7 hp pada 10.000 rpm serta torsi 14 Nm pada 7.500 rpm.

Kawasaki W175 Street mengandalkan mesin satu silinder 177cc SOHC dua klep berpendingin udara. Tenaganya tercatat 12,8 hp pada 7.500 rpm, dengan torsi puncak 13,3 Nm pada 6.000 rpm.

Mesin XSR155 dirancang tetap responsif di putaran bawah dan menyimpan tenaga ketika putaran naik. Karakter ini didukung transmisi enam percepatan serta assist & slipper clutch untuk menunjang pengendaraan yang lebih sporty.

W175 Street memakai transmisi lima percepatan dengan karakter tarikan yang lebih halus di putaran rendah. Kombinasi tersebut cocok untuk penggunaan harian yang tidak menuntut akselerasi tinggi dan perjalanan dengan ritme lebih santai.

AspekYamaha XSR155Kawasaki W175 Street
KonsepSport heritage neo-retroRetro klasik bergaya street
Mesin155cc, pendingin cairan177cc, pendingin udara
Tenaga18,7 hp pada 10.000 rpm12,8 hp pada 7.500 rpm
Torsi14 Nm pada 7.500 rpm13,3 Nm pada 6.000 rpm
Transmisi6-percepatan5-percepatan
Bobot134 kg135 kg
Harga OTR JakartaRp 40.265.000Rp 38.900.000

Teknologi Modern Berhadapan dengan Detail Klasik

Di bagian kaki-kaki, XSR155 menggunakan suspensi depan upside-down dan monoshock belakang. Rangka Deltabox, rem cakram depan-belakang, serta bobot 134 kg mempertegas arah motor ini sebagai neo-retro dengan pengendalian sporty.

Tampilan modern XSR155 juga terlihat dari lampu full LED dan panel instrumen LCD digital berbentuk bulat. Tangki bergaya klasik, jok datar, serta lampu depan bulat menjaga identitas sport heritage pada motor ini.

W175 Street memakai suspensi teleskopik di depan dan dual shock di belakang. Bobotnya 135 kg, hanya terpaut 1 kg dari XSR155, tetapi posisi duduk tegak dan setang tinggi memberi kesan berkendara lebih rileks.

Nuansa klasik W175 Street ditonjolkan melalui tangki membulat, panel instrumen analog, lampu depan halogen bulat, dan velg palang 17 inci. Sistem pengeremannya terdiri dari cakram depan serta tromol belakang, sementara starter elektrik dan kick starter tetap tersedia.

Pilihan Ditentukan oleh Prioritas Pengendara

Data perbandingan yang dihimpun ridertua.com menunjukkan XSR155 unggul pada tenaga, jumlah percepatan, teknologi mesin, dan perangkat pengereman. Motor ini lebih mengarah kepada pengendara yang membutuhkan handling modern untuk aktivitas harian maupun touring ringan.

W175 Street tidak mengejar angka performa tertinggi, melainkan menawarkan daya tarik dari mesin berpendingin udara dan detail retro yang lebih autentik. Model ini menjadi pilihan bagi pengendara yang mengutamakan posisi berkendara santai serta karakter motor klasik yang kuat.

Dengan harga yang berdekatan, XSR155 lebih tepat bagi pembeli yang menginginkan teknologi dan tenaga lebih besar dalam bodi neo-retro. W175 Street lebih sesuai bagi mereka yang ingin menikmati gaya klasik tanpa mengutamakan akselerasi dan kelengkapan modern.

Terkait