Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau Jembatan Way Bungur di Lampung Timur dengan cara yang tak biasa. Ia dan rombongan menaiki perahu klotok untuk mencapai titik proyek yang menghubungkan Desa Tanjung Tirto dan Desa Kali Pasir.
Kunjungan ini menyorot masalah lama yang masih dihadapi warga setempat. Jembatan tersebut mangkrak sejak 2016, sementara anak sekolah dan warga selama ini harus menyeberangi sungai dengan perahu klotok tanpa alat pengaman.
Jembatan darurat dipercepat
Di lokasi, Gibran menerima paparan dari pihak PUPR mengenai tahapan pekerjaan yang sedang berlangsung. Progres pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih masih berjalan dan ditargetkan rampung pada akhir Juli 2026.
Gibran menegaskan bahwa jembatan darurat harus selesai lebih dulu dalam dua pekan. Dengan begitu, kendaraan roda dua sudah bisa melintas sambil menunggu jembatan permanen dibangun.
| Informasi | Rincian |
|---|---|
| Lokasi jembatan | Menghubungkan Desa Tanjung Tirto dan Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur |
| Kondisi sebelumnya | Mangkrak sejak 2016 |
| Akses sementara warga | Menyeberang sungai menggunakan perahu klotok tanpa alat pengaman |
| Target jembatan darurat | Selesai dalam dua pekan, atau akhir Juli 2026 |
| Target jembatan permanen | Direncanakan segera dibangun, dengan sinergi pemerintah pusat dan daerah |
Dalam keterangannya, Gibran menyebut jembatan darurat akan memudahkan pelajar yang selama ini harus menyeberang sungai untuk berangkat sekolah. Ia juga menilai kondisi itu berbahaya, terutama saat musim hujan dan tanpa alat pengaman.
“Jembatan daruratnya dua minggu lagi selesai. Paling tidak, sepeda motor sudah bisa lewat dulu sehingga anak-anak pelajar tidak perlu menyeberang sungai pakai perahu lagi,” kata Gibran di lokasi, Rabu (15/7).
Ia menambahkan bahwa pembangunan jembatan permanen perlu segera dilakukan. Namun, proyek tersebut masih membutuhkan sinergi antarpemerintah, termasuk untuk urusan teknis, nonteknis, dan pembebasan lahan.
“Segera dibangun untuk jembatan permanennya. Tapi pembangunannya butuh sinergi dengan kepala daerah. Urusan teknis, nonteknis, dan pembebasan lahan. Jadi daerah harus proaktif,” ujarnya.
Kehadiran Wapres itu juga disambut antusias oleh warga yang sudah menunggu di lokasi. Usai peninjauan, Gibran membagikan buku kepada anak-anak dan kaos kepada masyarakat yang memadati area penyambutan.
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Kajari Lampung Timur, Dandim 0429 Lampung Timur, dan Kapolres Lampung Timur ikut mendampingi peninjauan tersebut.
Ela menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan di daerahnya. Ia menyebut kehadiran Wapres menjadi bukti kepedulian terhadap infrastruktur daerah, pelestarian budaya, dan kesejahteraan masyarakat Lampung Timur.
Setelah meninjau jembatan, Gibran melanjutkan kunjungan ke MTs Muhammadiyah I Way Bungur dan lahan pertanian singkong di Desa Muara Jaya, Kecamatan Sukadana. Ia juga dijadwalkan mengunjungi Taman Purbakala Pugung Raharjo di Kecamatan Sekampung Udik untuk bertemu tokoh masyarakat dan tokoh budaya Lampung.
Pemerintah daerah berharap proyek jembatan bisa segera selesai agar mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan, serta pertumbuhan ekonomi di Lampung Timur ikut terbantu.
Source: www.cnnindonesia.com






