Gesits G1 DLX Muncul Dengan Keyless, Tapi Baterai Cadangannya Masih Ribet

Author: Cung Media

Gesits G1 DLX menarik perhatian karena membawa pembaruan yang terasa langsung, terutama lewat sistem keyless yang kini menjadi andalan utamanya. Motor listrik ini tampil sebagai penyempurnaan dari G1, bukan model yang mengubah semua hal dari nol.

Pendekatan itu membuat G1 DLX relevan untuk pengguna yang ingin fitur lebih modern tanpa kehilangan karakter dasar Gesits G1. Di saat yang sama, ada satu ganjalan yang masih menyisakan pertanyaan, yakni skema baterainya yang belum sepenuhnya praktis untuk pemakaian harian.

Fokus pada kenyamanan dan kemudahan

Sorotan terbesar pada G1 DLX memang ada di fitur keyless. Pengguna cukup membawa remote di kantong, lalu mengaktifkan motor lewat tombol yang tersedia tanpa perlu memakai anak kunci konvensional.

Selain memudahkan, sistem ini juga menambah lapisan keamanan karena motor tidak bisa dioperasikan sembarangan tanpa mekanisme aktivasi yang sesuai. Bagi pengguna harian, perubahan seperti ini biasanya terasa lebih penting daripada ubahan kosmetik semata.

Gesits juga menyematkan USB charger ganda dengan output 5 volt 1,2 ampere. Fitur ini memungkinkan dua perangkat diisi daya sekaligus saat berkendara.

Panel instrumennya ikut mendapat pembaruan. Layar speedometer kini bisa menyesuaikan pencahayaan secara otomatis dari terang ke gelap mengikuti kondisi lingkungan sekitar.

Desain masih akrab, tetapi terasa lebih premium

Secara tampilan, G1 DLX tetap mempertahankan bentuk khas G1 dengan garis tegas dan karakter runcing. Dimensinya juga dibuat menyerupai skutik konvensional, sehingga terasa akrab bagi banyak pengguna.

Dek bawah yang rata ikut membantu kenyamanan untuk penggunaan harian. Pada sisi visual, Gesits memberi pembeda lewat pelek berwarna emas yang membuat tampilannya terasa lebih premium.

Dimensi lampunya disebut memiliki kesamaan dengan Gesits Raya. Meski begitu, identitas keduanya tetap dibedakan lewat posisi lampu sein yang tidak sama.

Pada Gesits Raya, lampu sein ditempatkan di bagian atas lampu utama. Pada G1 DLX, penempatannya berbeda sehingga masing-masing model tetap punya ciri visual sendiri.

Performa tetap mempertahankan basis lama

Di balik fitur baru, sektor teknis G1 DLX tidak berubah jauh. Motor ini masih memakai sistem mid-drive dengan tenaga 2 kW dan daya puncak hingga 5 kW.

Tenaga tersebut disalurkan ke roda belakang melalui belt. Konfigurasi ini memberi karakter berkendara yang halus dan stabil, sekaligus menegaskan bahwa G1 DLX bukan generasi baru sepenuhnya.

Gesits memilih mempertahankan basis teknis yang sudah ada dan fokus pada pembaruan fitur. Langkah ini membuat G1 DLX lebih mudah dipahami sebagai versi yang disempurnakan, bukan produk yang benar-benar berbeda.

Bagian baterai masih jadi catatan

Di sektor baterai, G1 DLX masih memakai pola lama. Motor ini dibekali satu baterai utama, tetapi punya dua slot baterai.

Masalahnya, dua baterai itu tidak bekerja secara simultan. Saat baterai utama habis, pengguna harus memindahkan kabel secara manual untuk beralih ke baterai cadangan.

Skema tersebut memang belum sepenuhnya praktis. Namun, keberadaan dua slot tetap memberi fleksibilitas tambahan bagi pengguna yang membutuhkan jarak tempuh lebih jauh.

Di booth yang sama, Gesits juga menampilkan varian Gesits Raya dengan livery khusus Timnas Indonesia. Kehadiran model itu ikut menambah daya tarik area pameran bagi pengunjung, baik dari kalangan pecinta otomotif maupun sepak bola.

Hingga kini, Gesits G1 DLX belum dipasarkan secara resmi dan belum memiliki harga pasti. Gesits mengindikasikan motor listrik ini akan segera meluncur, dengan kemungkinan peluncuran resmi dalam satu hingga dua bulan ke depan.

Terbaru