Lima kendaraan bermotor yang dilaporkan Sudaryono memiliki nilai gabungan Rp1,07 miliar. Angka itu menjadi bagian dari laporan harta kekayaan yang disebut lebih dari Rp31 miliar.
Koleksinya didominasi mobil Toyota, yakni dua Fortuner dan dua Innova, ditambah satu motor bebek. Nilai yang tercantum merupakan total seluruh kendaraan, sehingga tidak ada pembagian harga untuk tiap unit.
Daftar 5 kendaraan Sudaryono
| No. | Jenis Kendaraan | Jumlah |
|---|---|---|
| 1 | Toyota Fortuner | 1 unit |
| 2 | Toyota Fortuner | 1 unit |
| 3 | Toyota Innova | 1 unit |
| 4 | Toyota Innova | 1 unit |
| 5 | Motor bebek | 1 unit |
1. Toyota Fortuner pertama
Salah satu kendaraan yang tercatat adalah Toyota Fortuner. Laporan tersebut memuat dua unit Fortuner, tanpa merinci nilai masing-masing mobil.
2. Toyota Fortuner kedua
Unit Fortuner kedua mempertegas bahwa mobil penumpang menjadi bagian terbesar dalam daftar kendaraan itu. Tidak ada keterangan mengenai tahun produksi, varian, atau nilai individual kendaraan tersebut.
3. Toyota Innova pertama
Sudaryono juga melaporkan satu unit Toyota Innova. Kendaraan ini masuk dalam total nilai kendaraan bermotor sebesar Rp1,07 miliar.
4. Toyota Innova kedua
Satu unit Toyota Innova lainnya melengkapi daftar empat mobil Toyota dalam laporan kekayaan tersebut. Data yang diberitakan CNN Indonesia tidak memisahkan harga Innova dari kendaraan lain yang dilaporkan.
5. Motor bebek
Selain empat mobil, terdapat satu sepeda motor bebek dalam daftar kendaraan Sudaryono. Motor itu menjadi satu-satunya kendaraan roda dua yang dicatat dalam komposisi lima unit tersebut.
Properti Mendominasi Aset yang Dilaporkan
Nilai kendaraan jauh lebih kecil dibandingkan aset tanah dan bangunan yang dilaporkan sebesar Rp69,69 miliar. Sudaryono tercatat memiliki 21 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di sejumlah wilayah.
Lokasi aset tersebut antara lain berada di Bogor, Tangerang Selatan, dan Depok. Masih terdapat tanah serta bangunan di belasan lokasi lain yang juga masuk dalam laporan kekayaan.
Salah satu properti di Bogor berupa tanah seluas 144 meter persegi dengan bangunan 200 meter persegi. Di Tangerang Selatan, tercatat pula tanah dan bangunan yang masing-masing memiliki luas 25 meter persegi.
Untuk aset di Depok, laporan mencantumkan tanah seluas 108 meter persegi dan bangunan seluas 150 meter persegi. Properti menjadi komponen aset dengan nilai paling besar di antara rincian yang disebutkan.
Surat Berharga, Kas, dan Utang
| Komponen | Nilai |
|---|---|
| Kendaraan bermotor | Rp1,07 miliar |
| Tanah dan bangunan | Rp69,69 miliar |
| Surat berharga | Rp7,64 miliar |
| Kas dan setara kas | Rp13,34 miliar |
| Utang | Rp60,36 miliar |
Selain properti dan kendaraan, Sudaryono melaporkan surat berharga senilai Rp7,64 miliar. Kas dan setara kas yang tercantum mencapai Rp13,34 miliar.
Laporan itu juga memuat utang sebesar Rp60,36 miliar. Nilai utang tersebut menjadi komponen penting dalam struktur harta kekayaan yang dilaporkan.
Perhatian terhadap laporan harta Sudaryono menguat seiring penugasannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Istana memastikan ia akan menjabat secara definitif untuk menggantikan Nanik S Deyang.
Dengan penugasan tersebut, Sudaryono tidak akan merangkap jabatan sebagai Wakil Menteri Pertanian. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya menyampaikan bahwa pelantikannya dijadwalkan berlangsung pukul 15.00 WIB.
Nanik S Deyang mengumumkan pengunduran dirinya melalui status di akun Facebook Naniek Sudaryati Deyang pada Rabu (22/7). Ia menyebut alasan kesehatan serta rencana menjalani pengobatan di luar negeri.
