Gempa bumi bermagnitudo awal 7,2 mengguncang Jepang timur laut pada Kamis pagi dan langsung memicu gangguan luas. Lebih dari 10 orang terluka, layanan kereta peluru sempat dihentikan, dan sejumlah sekolah ditutup sementara.
Guncangan itu terjadi di lepas pantai Pasifik Prefektur Iwate pada pukul 07.30, dengan kedalaman 44 kilometer. Badan Meteorologi Jepang memastikan tidak ada ancaman tsunami dari gempa tersebut.
Dampak Terbesar Terjadi di Aomori dan Iwate
Korban luka paling banyak dilaporkan di Prefektur Aomori, dengan sembilan orang diduga mengalami cedera ringan di lima муниципalitas. Di Prefektur Iwate, dua orang terluka, termasuk seorang perempuan berusia 60-an yang mengalami cedera serius setelah kepalanya terbentur saat bekerja di kebun.
Intensitas gempa tercatat mencapai upper 6 di Hashikami dan lower 6 di Hachinohe, keduanya di Prefektur Aomori. Getaran juga terdeteksi pada level upper 5 di Sannohe, Aomori, serta di Morioka dan beberapa bagian Prefektur Iwate.
Menurut Badan Meteorologi Jepang, intensitas upper 6 berarti seseorang akan sulit berdiri atau bergerak tanpa merangkak. Pada tingkat itu, sebagian besar perabot yang tidak terpasang bisa bergeser dan benda-benda dapat jatuh.
Sekolah dan Transportasi Langsung Terganggu
Dampak gempa langsung terasa pada aktivitas harian warga. Dewan sekolah Hashikami menutup sementara seluruh lima sekolah di kota itu, termasuk sekolah dasar, menengah pertama, dan menengah atas.
Dewan sekolah Hachinohe juga menutup seluruh 65 sekolah di wilayahnya. Sementara itu, layanan Tohoku Shinkansen dihentikan antara Stasiun Tokyo dan Stasiun Shin-Aomori setelah gempa terjadi.
JR East menyatakan seluruh layanan kereta peluru itu kembali beroperasi pada pukul 14.00. Gangguan juga dirasakan di Hokkaido, Akita, Fukushima, Miyagi, Yamagata, serta Tokyo dan prefektur sekitarnya.
Pemerintah Masih Memantau Situasi
Perdana Menteri Sanae Takaichi mengatakan pemerintah sedang mengumpulkan informasi untuk menilai dampak gempa. Di sisi lain, Badan Meteorologi Jepang meminta publik tetap waspada terhadap gempa dengan intensitas upper 6 selama sepekan ke depan.
Lembaga itu juga menyatakan tidak akan mengeluarkan peringatan gempa susulan Off the Coast of Hokkaido and Sanriku karena guncangan kali ini tidak memenuhi kriteria aktivasi. Peringatan tersebut biasanya dikeluarkan saat risiko gempa kuat di sepanjang Palung Jepang dan Palung Chishima dinilai relatif tinggi.
Fasilitas Nuklir Dilaporkan Aman
Operator sejumlah fasilitas nuklir melaporkan tidak ada kelainan setelah gempa. Tidak ditemukan masalah di pembangkit listrik tenaga nuklir Higashidori dan Onagawa, serta di Fukushima Daiichi dan Daini.
Selain itu, tidak ada laporan gangguan di fasilitas pemrosesan ulang bahan bakar nuklir bekas dan fasilitas penyimpanan sementara bahan bakar bekas di Prefektur Aomori. Badan Meteorologi Jepang sebelumnya juga memperbarui data gempa, yang semula dilaporkan bermagnitudo 6,9 pada kedalaman 50 kilometer.
Source: english.kyodonews.net






