Gempa M 5,4 Guncang Barat Laut Tahuna, Parameter BMKG Masih Berpotensi Berubah

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 mengguncang kawasan barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Jumat malam. Informasi awal dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menunjukkan pusat guncangan berada cukup jauh dari wilayah yang dijadikan acuan lokasi tersebut.

Parameter gempa ini masih berpotensi berubah seiring kelengkapan data pengamatan yang dihimpun. Masyarakat diminta mengikuti pembaruan melalui kanal resmi BMKG agar memperoleh informasi yang paling mutakhir.

Terjadi pada Pukul 23.12 WIB

BMKG mencatat gempa terjadi pada pukul 23.12 WIB. Titik pusatnya berada di laut pada koordinat 5,91 Lintang Utara dan 125,24 Bujur Timur.

Lokasi itu berjarak sekitar 257 kilometer ke arah barat laut dari Tahuna. Kedalaman pusat gempa atau hiposentrum tercatat 10 kilometer di bawah permukaan laut.

ParameterInformasi
Magnitudo5,4
Waktu kejadianJumat, pukul 23.12 WIB
Koordinat pusat gempa5,91 LU dan 125,24 BT
Lokasi relatif257 kilometer barat laut Tahuna
Kedalaman10 kilometer

Tahuna Menjadi Acuan Lokasi Relatif

Tahuna merupakan wilayah yang digunakan sebagai acuan untuk menjelaskan posisi relatif pusat gempa. Koordinat yang dirilis menunjukkan titik kejadian berada di arah barat laut dari wilayah tersebut.

Informasi mengenai kekuatan, lokasi, dan kedalaman gempa disampaikan BMKG melalui akun resmi X, @infoBMKG. Data awal semacam ini disebarkan untuk memberikan gambaran cepat mengenai kejadian gempa yang terdeteksi.

Kepulauan Sangihe menjadi wilayah yang terkait dalam informasi lokasi gempa ini. Namun, titik pusat yang dicatat berada 257 kilometer dari Tahuna, sehingga posisi pusat gempa tidak sama dengan lokasi acuan yang disebut dalam keterangan awal.

Belum Ada Laporan Dampak Resmi

Hingga informasi awal disampaikan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan atau korban jiwa akibat gempa tersebut. Keterangan yang tersedia juga belum memuat rincian dampak lain di wilayah sekitar pusat guncangan.

Belum adanya laporan pada tahap awal tidak mengubah pentingnya pemantauan informasi lanjutan. Warga diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan dari otoritas terkait.

BMKG menjadi rujukan utama untuk perkembangan informasi mengenai gempa M 5,4 ini. Pembaruan dapat mencakup parameter seperti magnitudo, lokasi, maupun kedalaman setelah proses pengolahan data berlanjut.

Mengapa Parameter Gempa Dapat Diperbarui

Data gempa yang dirilis pada tahap awal mengutamakan kecepatan penyampaian informasi kepada masyarakat. Karena itu, angka yang diumumkan pertama kali dapat disesuaikan ketika data pengamatan semakin lengkap.

Perubahan parameter merupakan bagian dari proses pengolahan data lanjutan setelah gempa terdeteksi. Informasi terbaru dari BMKG perlu menjadi acuan, terutama untuk memastikan magnitudo, posisi pusat, dan kedalaman yang telah diperbarui.

Untuk kejadian di barat laut Tahuna ini, parameter awal mencatat magnitudo 5,4 dengan kedalaman 10 kilometer. Masyarakat di sekitar Kepulauan Sangihe dapat memantau kanal resmi BMKG untuk mengetahui apabila terdapat pembaruan berikutnya.

Source: mediaindonesia.com
Terkait