Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, diguncang gempa tektonik bermagnitudo 4,5 pada Jumat malam. BMKG menyebut sumber guncangan berasal dari aktivitas Sesar Kendari Central, dengan pusat gempa berada di darat dan tergolong sangat dangkal.
Karakter gempa seperti ini membuat getaran lebih mudah terasa di permukaan. Kepala BBMKG Wilayah IV, Nasrol Adil, menjelaskan episenter berada 22 kilometer timur Konawe Utara pada kedalaman 4 kilometer.
Getaran paling kuat terasa di Kendari dan Konawe Utara
BMKG menilai gempa tersebut termasuk gempa bumi dangkal karena sumbernya sangat dekat permukaan. Kondisi itu membuat energi getaran lebih cepat menjalar dan terasa cukup kuat di wilayah sekitar pusat gempa.
Peta guncangan dan laporan warga menunjukkan intensitas tertinggi mencapai III-IV MMI di Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Utara. Pada skala IV MMI, getaran dirasakan banyak orang di dalam rumah, jendela berderik, dan dinding berbunyi seperti dilintasi truk berat.
Getaran juga dirasakan di Kabupaten Konawe dan Kabupaten Konawe Selatan. Sebaran ini menunjukkan guncangan tidak hanya terbatas di titik terdekat episenter, tetapi menjalar ke sejumlah wilayah lain di Sulawesi Tenggara.
Belum ada laporan kerusakan bangunan
Hingga informasi ini disampaikan, BMKG belum menerima laporan resmi mengenai kerusakan bangunan akibat gempa. Meski begitu, warga tetap diminta waspada karena potensi gempa susulan masih ada.
BMKG mencatat sudah terjadi tiga kali gempa susulan hingga pukul 22.00 WIB. Kekuatan susulan disebut cenderung mengecil, namun pemantauan tetap dilakukan melalui kanal resmi.
Masyarakat diimbau menghindari bangunan yang retak atau sudah rusak setelah guncangan. BMKG juga meminta warga tetap tenang dan hanya mengikuti informasi dari sumber resmi agar tidak terjadi kekeliruan dalam menerima perkembangan situasi.
Sesar aktif jadi pemicu utama
Kendari menjadi salah satu wilayah yang perlu mewaspadai aktivitas sesar aktif di sekitarnya. Dalam kejadian ini, Sesar Kendari Central disebut sebagai pemicu utama gempa yang mengguncang wilayah perkotaan dan sekitarnya.
Letak episenter yang berada di darat juga memperkuat efek getaran di sejumlah daerah. Meski magnitudonya tergolong moderat, kedalaman yang hanya 4 kilometer membuat dampaknya terasa lebih nyata bagi warga di permukaan.
Situasi ini kembali menegaskan pentingnya kewaspadaan di wilayah rawan gempa. Respons cepat dari warga, terutama dengan menjauhi bangunan yang berpotensi retak, menjadi langkah penting saat guncangan masih mungkin berulang.
Source: mediaindonesia.com






