Gempa magnitudo 4,5 mengguncang Sinabang dan membuat wilayah Simeulue kembali masuk perhatian publik. BMKG menyebut pusat gempa berada di laut sekitar 27 kilometer barat Sinabang, dengan status tidak berpotensi tsunami.
Getaran tercatat pada Minggu, 07 Juni 2026, pukul 20:06:08 WIB. Titik gempa berada di koordinat 2.50 LU dan 96.13 BT, yang menegaskan sumber guncangan berasal dari perairan di barat Sinabang.
Di Simeulue, gempa ini dirasakan pada skala MMI II-III. Skala tersebut menunjukkan getaran tergolong ringan, meski masih bisa terasa oleh sebagian orang di wilayah tertentu.
Pada MMI II, gempa umumnya tidak dirasakan luas atau hanya dirasakan oleh beberapa orang. Namun, alat pencatat tetap merekam aktivitas tersebut sehingga kejadian tetap terdeteksi secara jelas.
Kondisi ini membuat gempa Sinabang menjadi perhatian, terutama karena terjadi di kawasan yang memang rawan aktivitas seismik. Meski demikian, BMKG menegaskan kembali bahwa guncangan dari barat Sinabang tidak memicu ancaman tsunami.
Dalam pemantauan yang lebih luas, BMKG mencatat aktivitas gempa di Indonesia dalam sepekan terakhir cukup tinggi. Selama periode itu, ada 19 gempa signifikan yang dirasakan masyarakat dengan variasi magnitudo dan kedalaman.
Catatan tersebut menempatkan gempa Sinabang sebagai bagian dari rangkaian aktivitas gempa yang masih terus diawasi. Data itu juga menunjukkan bahwa peristiwa serupa tetap terjadi dan perlu dipantau secara konsisten oleh otoritas kebencanaan.
Bagi warga pesisir, informasi soal pusat gempa di laut menjadi penting karena lokasi sumber getaran sering menentukan dampak yang dirasakan di daratan. Dalam kasus ini, jarak sekitar 27 kilometer dari barat Sinabang cukup untuk menjelaskan mengapa guncangan terasa, tetapi tetap berada pada level ringan.
BMKG belum memberikan indikasi adanya ancaman lanjutan dari kejadian tersebut. Dengan status tanpa potensi tsunami, perhatian utama kini tetap tertuju pada pemantauan aktivitas seismik berikutnya di wilayah sekitar Simeulue.
Source: databoks.katadata.co.id