Rumah mewah di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, kembali menjadi perhatian di tengah dinamika pascacerai Ruben Onsu dan Sarwendah. Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menyebut pembangunan ulang hunian itu menghabiskan biaya sekitar Rp11,1 miliar.
Nilai pembangunan tersebut menjadi sorotan karena kredit rumah itu disebut sedang tidak lancar. Minola mengatakan Ruben masih menanggung cicilan KPR sebesar Rp379 juta setiap bulan.
Rincian dana pembangunan rumah
Menurut Minola, Ruben membeli rumah tersebut ketika masih menikah dengan Sarwendah. Bangunan yang dibeli disebut telah lunas, sedangkan sertifikatnya sudah dibaliknamakan atas nama Ruben.
Hunian itu awalnya disebut sebagai rumah lama yang kemudian ingin diperbaiki secara menyeluruh. Minola mengatakan bangunan lama tersebut dihancurkan sebelum rumah baru dibangun di lokasi yang sama.
“Dulu rumah tua yang dibeli. Kemudian, atas permintaan S, rumah tersebut ingin diperbaiki dan direnovasi. Rumah lamanya dihancurkan lalu dibangun kembali,” ujar Minola Sebayang.
Untuk membiayai proyek itu, Ruben disebut memperoleh pinjaman bank senilai Rp10,1 miliar. Dana tersebut, menurut Minola, dipakai untuk pembayaran kontraktor dan kebutuhan pembangunan rumah.
| Komponen | Nilai | Keterangan |
|---|---|---|
| Pinjaman bank | Rp10,1 miliar | Untuk kontraktor dan pembangunan |
| Transfer ke ayah Sarwendah | 46 kali x Rp250 juta | Disebut sebagai bagian pembayaran proyek |
| Total biaya proyek | Sekitar Rp11,1 miliar | Menurut kuasa hukum Ruben |
| Cicilan KPR | Rp379 juta per bulan | Disebut masih ditanggung Ruben |
Minola menyebut kontraktor proyek pembangunan tersebut merupakan keluarga Sarwendah. Namun, ia menegaskan bahwa pembayaran proyek tetap dilakukan oleh Ruben.
Selain pinjaman bank, Minola mengatakan ada transfer rutin yang dilakukan Ruben ke rekening ayah Sarwendah. Ia menyebut transfer itu terjadi sebanyak 46 kali dengan nominal Rp250 juta untuk setiap transaksi.
Dalam pernyataannya melalui kanal YouTube Intens Investigasi, Minola mengatakan pinjaman Rp10,1 miliar itu dipakai membiayai kontraktor serta pembangunan. Ia juga menekankan bahwa hubungan keluarga kontraktor dengan Sarwendah tidak mengubah pihak yang melakukan pembayaran.
Status aset dan pembayaran kredit
Rumah Cilandak tersebut kini ikut disorot dalam pembahasan aset setelah perceraian Ruben dan Sarwendah. Minola menyatakan rumah itu dibeli saat perkawinan masih berlangsung, tetapi sertifikatnya telah tercatat atas nama kliennya.
Di sisi lain, Minola mengakui kondisi kredit rumah sedang menghadapi kendala pembayaran. Meski begitu, ia menyatakan Ruben maupun tim hukumnya belum menerima pemberitahuan resmi dari bank mengenai rencana lelang atas aset tersebut.
“Posisi kreditnya saat ini memang sedang tidak lancar. Ruben selama ini membayar cicilan KPR sebesar Rp379 juta per bulan,” ujar Minola.
Menurut keterangan Minola kepada Medcom.id, kewajiban finansial Ruben tidak hanya berkaitan dengan cicilan rumah. Ia menyebut ada pengeluaran lain, termasuk kartu kredit dan kebutuhan anak-anak, yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah setiap bulan.
Minola juga mengaitkan penundaan beberapa kewajiban finansial, termasuk nafkah anak, dengan upaya mencapai kesepakatan yang dinilai lebih adil. Kesepakatan itu disebut menyangkut pola pengasuhan anak serta transparansi rincian pengeluaran dari mantan istri Ruben.
Hingga kabar ini disampaikan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Sarwendah mengenai penjelasan Minola. Rincian biaya pembangunan, status kepemilikan, dan kondisi kredit rumah tersebut seluruhnya merupakan keterangan dari kuasa hukum Ruben Onsu.
Source: www.medcom.id






