Galaxy Z Fold 8 dan Fold 8 Ultra disebut bakal membawa cara main game yang terasa jauh lebih dekat ke konsol genggam. Daya tarik utamanya ada pada mode game baru yang kabarnya sudah tersedia sejak perangkat pertama kali dinyalakan.
Perubahan ini menarget kelemahan lama ponsel lipat saat dipakai bermain. Selama ini, tombol virtual sering menutupi tampilan game dan membuat pengalaman terasa kurang imersif.
Layar dibagi, kontrol dipisah
Dalam Foldable Gaming Mode, layar bagian dalam akan dibagi menjadi dua area dengan fungsi berbeda. Bagian atas dipakai penuh untuk menampilkan game, sementara bagian bawah berubah menjadi gamepad virtual yang dinamis.
Dengan susunan seperti ini, area aksi tetap bersih dari overlay kontrol. Pemain bisa melihat permainan dengan lebih lega, tanpa gangguan tombol sentuh yang menempel di atas tampilan utama.
Android 17 disebut juga bisa menyesuaikan tata letak kontrol sesuai kebutuhan game dan jenis input yang diperlukan. Karena area bawah dikhususkan untuk kontrol, ukuran tombol virtual berpotensi dibuat lebih besar dibanding tata letak sentuh biasa.
Desain itu membuat pengalaman bermain di perangkat lipat terasa lebih dekat dengan konsol genggam layar ganda, dengan format yang kerap dibandingkan dengan Nintendo DS. Bedanya, pengguna tidak perlu aksesori tambahan untuk mendapatkan kontrol terpisah seperti itu.
Alasan Fold 8 terasa penting
Ponsel lipat model book-style memang punya layar internal yang luas, tetapi ukuran besar belum otomatis memberi pengalaman gaming terbaik. Jika sebagian layar terus tertutup kontrol, manfaat layar besar jadi kurang terasa.
Karena itu, pemisahan antara area game dan panel kontrol bisa menjadi nilai praktis yang kuat. Format ini juga dapat memperkuat posisi Fold sebagai perangkat hiburan, bukan hanya alat produktivitas.
Samsung disebut akan meluncurkan Galaxy Z Fold 8 dan Fold 8 Ultra dengan One UI 9. Antarmuka ini diperkirakan membawa Foldable Gaming Mode milik Google, yang menjadi bagian dari Android 17 untuk perangkat lipat model book-style.
Kehadiran fitur bawaan sejak awal juga penting karena pengguna tidak perlu menunggu pembaruan besar setelah membeli perangkat. Begitu perangkat tersedia, fungsi ini diperkirakan sudah menjadi bagian dari pengalaman penggunaan sehari-hari.
Bukan hanya tampilan yang berubah
Pembaruan gaming di Android 17 tidak berhenti pada pembagian layar untuk game dan kontrol. Google juga disebut membawa dukungan remapping controller secara native di level sistem.
Fitur ini memberi ruang kontrol yang lebih fleksibel bagi pengguna, karena penyesuaian input tidak sepenuhnya bergantung pada pengaturan di dalam masing-masing game. Jika One UI 9 benar-benar membawa dua kemampuan ini ke lini Fold, peningkatan gaming yang ditawarkan akan terasa lebih menyeluruh.
Galaxy Z Fold 8 dan Fold 8 Ultra disebut akan meluncur pada akhir Juli. Jika jadwal itu berjalan sesuai rencana, keduanya berpeluang menjadi salah satu perangkat awal yang menawarkan pengalaman gaming lipat generasi baru dari Google.
Di segmen ponsel premium, pengalaman penggunaan yang unik sering menjadi pembeda yang lebih mudah dirasakan daripada spesifikasi dasar. Pada Fold 8, fokus itu tampak diarahkan ke cara layar lipat dipakai untuk bermain, dengan layar atas yang bersih dan panel bawah yang berfungsi sebagai pusat kontrol.
