Walkie-Talkie ESP32 Ini Tak Butuh Lisensi Radio, Jangkauannya Bisa Tembus 200 Meter

Author: Cung Media

Walkie-talkie tidak selalu harus lahir dari perangkat radio konvensional. Sebuah proyek berbasis ESP32 menunjukkan bahwa alat komunikasi push-to-talk bisa dibuat lebih sederhana, tanpa lisensi radio, karena mengandalkan Wi‑Fi antardevice.

Yang membuat proyek ini menarik adalah cara kerjanya yang langsung dan mudah direplikasi. Sepasang perangkat bisa saling berbicara lewat ESP-NOW, tanpa access point dan tanpa infrastruktur jaringan tambahan.

ESP32 Jadi Pusat Sistem

Proyek yang disorot oleh Hackster.io ini berasal dari kanal YouTube Tech Talkies. Intinya, papan kecil ESP32 diubah menjadi perangkat komunikasi dua arah yang terasa seperti walkie-talkie biasa.

Berbeda dari HT pada umumnya, sistem ini tidak memakai frekuensi radio untuk mengirim suara. Seluruh komunikasi berjalan lewat koneksi Wi‑Fi antarmodul, sehingga pengguna tidak perlu mengurus lisensi radio untuk merakitnya.

Komponen yang Dipakai

Rancangannya memakai Seeed Studio XIAO ESP32S3 Sense sebagai otak utama. Board ini sudah dibekali mikrofon PDM bawaan, jadi proses perakitan jadi lebih ringkas.

Untuk output suara, proyek ini menggunakan amplifier I2S MAX98357A yang dipasangkan dengan speaker kecil. Kombinasi itu membuat suara yang diterima bisa langsung diputar oleh unit lawan bicara.

Dari sisi interaksi, perangkat ini memakai tombol push-to-talk atau PTT. Pengguna cukup menahan tombol untuk berbicara, lalu melepasnya untuk kembali mendengarkan.

Cara Kerjanya Berbeda dari Walkie-Talkie Biasa

Fitur utamanya ada pada streaming audio melalui ESP-NOW. Teknologi ini memungkinkan komunikasi langsung device-to-device tanpa access point, sehingga dua unit bisa terhubung secara mandiri.

Proyek ini juga memakai audio ring buffer yang dibuat thread-safe. Fungsinya untuk menampung audio masuk dan memutarnya dari loop utama, sekaligus menghindari korupsi I2S dari thread callback Wi‑Fi.

Pengelolaan buffer semacam ini penting karena transmisi suara real-time sangat sensitif terhadap gangguan pemrosesan. Tanpa penanganan yang tepat, audio bisa terdengar putus-putus atau rusak saat diterima.

Menariknya lagi, kedua board dapat memakai firmware yang sama. Saat boot, masing-masing board akan membaca alamat MAC miliknya sendiri untuk menentukan peran sebagai Device 1 atau Device 2.

Jangkauan Bergantung Antena

Dalam pemakaian nyata, antena menjadi faktor yang sangat menentukan. Antena bawaan pada board disebut cenderung kehilangan koneksi ketika kedua unit dipisahkan beberapa ruangan.

Karena itu, antena eksternal menjadi komponen penting agar perangkat lebih praktis digunakan. Dengan antena eksternal, koneksi antardua unit disebut bisa bertahan hingga sekitar 200 meter di area luar ruang.

Angka itu menunjukkan bahwa proyek ini bukan sekadar eksperimen meja kerja. Untuk komunikasi jarak dekat di ruang terbuka, perangkat ini sudah mendekati fungsi komunikasi genggam sederhana.

Menarik untuk Eksperimen dan Belajar

Meski begitu, performanya tetap berbeda dari walkie-talkie profesional berbasis radio. Sistem ini bergantung pada Wi‑Fi langsung antarmodul, sehingga kualitas antena dan lingkungan akan sangat memengaruhi hasilnya.

Di sisi lain, proyek ini justru menarik karena mudah dipelajari. Pengguna bisa melihat integrasi ESP32, audio digital, I2S amplifier, tombol PTT, dan manajemen data real-time dalam satu rangkaian kerja.

Bagi perakit elektronik, XIAO ESP32S3 Sense menjadi pusat sistem yang ringkas. Mikrofon bawaan, dukungan ESP-NOW, dan konfigurasi peer otomatis membuatnya cocok untuk proyek komunikasi dua arah yang sederhana.

Seluruh kebutuhan untuk mulai merakit perangkat ini sudah dibagikan melalui halaman GitHub proyeknya. Itu memberi peluang bagi siapa pun yang tertarik untuk mencoba membuat sepasang walkie-talkie nirkabel versi sendiri.

Source: www.xda-developers.com
Terbaru